Gubernur Diperiksa Tiga Jam


Reporter: yohanes clemens

GUBERNUR Longki Djanggola kemarin (20/05/2019) diperiksa oleh penyidik selama tiga jam di ruangannya. Gubernur didampingi kuasa hukum Pemprov dan beberapa pengacara DPD Gerindra. Pantauan kailipost.com Gubernur diperiksa dengan menggunakan baju batik Korpri dan peci hitam oleh beberapa penyidik Polda. Longki diambil keterangannya selaku pelapor kasus berita bohong yang mencatut namanya sebagai gubernur di ‘koran editan’ mirip Mercusuar dengan judul ‘Gubernur Longki Djanggola Biayai People Power’

Menurut juru bicara Pemprov, Karo Humas dan protokol, Haris Kariming Gubernur Longki mengadukan beberapa nama yang diduga melakukan penyebar luasan berita bohong (hoax), dan bersifat provokatif. Hoaks itu menimbulkan kerawanan masyarakat akibat ujaran kebencian, fitnah, dan merusak martabat hubungan Pemprov dengan Pers di Sulteng.  

"Ini sudah melanggar, UU Pelanggaran ITE dan Pencemaran nama baik, dan itu akan dikembangkan oleh pihak penyelidikan. Ada beberapa inisial yang kami laporkan yaitu, DQ, MH, dan YB. Dan untuk Profesinya, 1 politikus, dan yang duanya belum bisa dilacak profil di facebooknya," kata Haris.

Sehingga, lanjut Haris, dari ketiga orang tersebut jelas-jelas diduga sangat aktif menyebar luaskan berita bohong itu ke media-media grup WAG, facebook dan lain sebagainya. "Dari kuasa hukum Pemprov juga akan melapor hal tersebut, ada dari DPD Gerindra juga, elemen masyarakat dan juga koran Mercusuar. Kami menjelaskan kepada penyidik Polda, kenapa beberapa elemen ini harus melapor langsung, sebab kapasitas Longki Djanggola adalah melekat jabatan Gubernur dan Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng," jelasnya.

Olehnya, ujar Haris, dari Pemprov melapor. ‘’Jika tidak, kami akan dinilai masyarakat, kok pemimpinnya sudah difitnah, dibuli di medsos, tapi cuman diam saja. Sebab, kapasitas Longki Djanggola adalah sebagai Gubernur. Sementara dari Partai Gerindra tim kuasa hukumnya akan melapor juga, karena sudah difitnah, sebab, Longki juga kapasitasnya sebagai Ketua DPD Gerindra. Ada beban psikologi yang kami akan tanggung apa bila kami tidak serius, maka kami dan beberapa elemen sudah tekat untuk bersatu dengan tagar tanpa ampun. Bersihkan hoax dari Sulteng," cetusnya.

Dilain kesempatan, Wakil Sekretaris DPD Gerindra Sulteng, Moukhtar Mahyuddin, mengatakan, pihaknya melaporkan beberapa orang, terutama inisial YB. ‘’Selaku terlapor ada tiga yang menyebar luaskan itu. Kami melapor sebab, Longki Djanggola dikait-kaitkan dengan isu people power, tentu ketika isu-isu people power berarti berkaitan dengan politik. Makanya kami melaporkan mereka bertiga itu langsung ke Polda,’’ terangnya. 

"Yang kami deteksi, yang menggunakan akun resmi hanya YB. Dan kami tidak bisa pastikan yang lainnya, sebab, setelah kami melapor akun itu sudah ditutup. YB bahkan menggunakan nomor telpon yang dia gunakan di grup WhatsApp," pungkasnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN