Huntara Jadi Pondok Pesantren


Sumber/editor: Humpro Sulteng/Ikhsan Madjido

TIM Sampoerna Strategic Peduli Palu dan Donggala, Djoko Yosef menyerahkan secara simbolis bantuan hunian sementara (huntara) kepada Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Moh Hidayat Lamakarate, untuk diteruskan ke Pemerintah Kelurahan Kabonena.

Serah terima hunian yang dinamai Huntara Sahabat, dilakukan sederhana di ruang kerja sekdaprov pada Rabu (15/5/2019).

Huntara sahabat terdiri 3 unit yang bisa ditempati 36 KK serta dilengkapi dengan sarana air bersih, MCK dan listrik.

Pembangunan huntara yang dikerjasamakan dengan kontraktor REI, diakui manajemen lewat Moh. Ridwan Nongtji, selaku perwakilan Sampoerna Palu agak terlambat karena sulitnya bahan baku pascabencana yang membuat pembangunan baru dimulakan tengah Desember 2018.

Selanjutnya jika warga yang menempati huntara telah pindah ke huntap. Huntara sahabat diharap manajemen dapat dialih fungsi menjadi pondok pesantren sebab lokasi kebetulan berdekatan dengan ponpes milik ulama Habib Rotan di Kelurahan Kabonena.

"Untuk pertimbangan jangka panjang setelah bencana bisa dijadikan pesantren," terang Moh. Ridwan saat pemaparan profil huntara.

Djoko Yosef mengungkapkan pihak Sampoerna menaruh kepedulian atas musibah yang dialami saudara-saudara sebangsa setanah air di Palu dan sekitarnya akhir September 2018 yang lalu.

"Sebagai warga negara yang baik tentu ingin membantu kepada sesama,"terang Djoko terkait motivasi perusahaan membantu warga Palu.

Turut bersama Djoko, Sales Distribution Head Bank Sampoerna Indonesia Timur Harry Kwenre yang bertestimoni saat ikut membawa logistik bantuan ke Palu H+2 bencana dari Makassar.

Akses darat ke Palu ingatnya saat itu adalah satu-satunya pilihan yang berhasil Ia tembus ke Palu beserta rombongan dari arah Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Kondisi pun sangat rawan dan rombongan pembawa logistik mesti dikawal polisi karena banyaknya penghadangan di beberapa titik.

Dengan kondisi Palu yang sekarang, Ia merasa takjub, seakan tak percaya kalau Palu bisa secepat itu bangkit.

"Recovery cukup bagus, sangat beda dari sebelumnya," ujarnya yang baru datang lagi ke Palu setelah 8 bulan.

Sekdaprov menanggapi bahwa Palu sebenarnya telah lama pulih bahkan tidak sampai 8 bulan lamanya.

"Kalau bapak lebih cepat datangnya, sebenarnya dari sejak 5 bulan (pascabencana), palu sudah bangkit karena masyarakat yang benar-benar mau bangkit," ungkapnya sambil berseloroh.

Lebih lanjut Ia jelaskan hal itu dimungkinkan berkat kepedulian dan partisipasi dari semua kalangan yang teramat besar, yang menginginkan Palu bisa kembali normal seperti sedia kala.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN