Tausiyah Ramadhan: Isi Baterai Spiritual


Sumber: Republika

CENDIKIAWAN Muslim KH Didin Hafiduddin mengatakan, ada beberapa yang perlu dilakukan masyarakat agar tetap menjaga keistiqamahannya. Salah satunya, bersikap selalu mensyukuri apa yang diberikan Allah SWT di dalam kehidupan sehari-hari.

Saat Idul Fitri harus disikapi jangan berlebih-lebihan. Bentuk syukurnya tidak mesti secara mewah. Akibat dari sikap yang berlebihan orang sering mengabaikan ibadah di akhir Ramadhan yang sangat utama seperti Itikaf 10 hari terakhir.

Istiqamah dalam ibadah diperlukan beberapa hal. Pertama, memperbarui niat secara terus-menerus untuk memanfaatkan peluang Ramadhan secara optimal.

Kedua, membangun lingkungan yang kondusif untuk ibadah bersama-sama, misalnya keluarga. Ketiga, menargetkan apa yang ingin dicapai, misalnya menghatamkan Alquran.

Sementara itu, secara istilah, seperti yang didefinisikan para ulama, istiqamah adalah kita tetap pada ketaatan dan keikhlasan dalam ibadah kepada Allah SWT sehingga dalam kehidupan sehari-hari kita menjaga hati agar tidak bermaksiat kepada Allah SWT.

"Jadi, istilahnya istiqamah itu hati. Kita tidak belok ke kanan dan ke kiri seperti yang disebutkan dalam Alquran," katanya.

Selanjutnya, mengisi baterei spritual antara lain memperbanyak istighfar, berkumpul dengan orang saleh, dan memperbanyak belajar dari kaum Muslimin.

Kemudian, mendengarkan ceramah setelah shalat Subuh, Isya, atau Tarawih.**

@Day 15 Ramadhan


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN