Kurang Suplai Pangan, Pengaruhi Harga


Reporter: Yohanes Clemens

BAHAN Pangan dan Holtikultura di pasaran, seperti sayur, bawang merah, bawang putih, rica, beras, dan buah-buahan yang lain nampak berkurang. Hal ini tentunya berdampak pula pada harga jual pasaran yang naik.

Kurangnya suplai bahan pangan tersebut diakibatkan masyarakat yang bertani sudah mulai kurang. Tentunya hal ini disebabkan, berkurangnya air dibeberapa daerah pasca gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Tengah 28, September 2019 yang lalu.

"Kalau menurut saya ini ada kaitannya dengan gempa kemarin, sebab kalau kita melihat suplai yang ada di Kota Palu, itu dari daerah-daerah Palu sendiri," ujar Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad), Dr Ir Muhardi M St saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (15/5/2019.

Sementara itu, lanjut Dr Muhardi, daerah-daerah Palu ini banyak yang stop suplai karena ketiadaan pangan, prasarana yang rusak, seperti contoh irigasi Gumbasa yang mengairi 8 ribuan hektar itu sama sekali tidak bisa difungsikan.

"Kita lihat saja irigasi Gumbasa saat ini tidak difungsikan, terkecuali ada beberapa petani yang secara mandiri menyediakan air tanah, misalnya melalui pompa. Itukan hanya berapa saja di satu desa, karena saya sempat survey sampai ke Biromaru dan itu sangat minim. Makanya, ada beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), untuk masuk membantu terutama dalam memompa air tersebut. Dan saya juga belum tahu apakah saat ini airnya sudah jalan atau seperti apa," jelasnya.

Olehnya, kata Dr Muhardi, ini juga akan mempengaruhi dampak terhadap harga pasar, misalkan kebutuhan masyarakat akan sayur buah-buahan dan lain-lain berkurang dan harga jual pasaran pun ikut meningkat.

Sehingga, Universitas Tadulako melalui Fakultas Pertanian, melakukan kerjasama dengan dewan Dakwah untuk membuat perencanaan percontohan pemanfaatan air tanah. Jadi dewan Dakwah yang menyediakan dana untuk membantu petani, dan untuk daerah sasaran yakni di daerah Sigi.

"Namun kita juga belum tahu desa-desa mana yang akan sebagai tempat percontohan. Dan fakultas pertanian sendiri menyediakan tenaga ahli untuk survey wilayah-wilayah tersebut, bagaimana metode yang kira-kira minimum modal tapi maksimal dalam penyedian air di lahan petani," pungkasnya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN