Medsos Tutup 10 Hari

Polhukam Angkat Bicara
Sumber foto: Youtube Kompas TV
Reportase: Ikhsan Madjido

SEJUMLAH Media sosial seperti Facebook, WhatsApp dan Instagram diisukan akan ditutup atau dibatasi selama 10 hari.

Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Sri Yunanto angkat bicara dan memberikan jawaban terkait isu tersebut.

Hal itu disampaikan Sri Yunanto saat menjadi narasumber di acara Sapa Indonesia Kompas TV, pada Kamis (23/5/2019).

Mulanya Sri Yunanto menjelaskan pemerintah mengizinkan komunikasi yang dilakukan masyarakat. Pemerintah hanya membatasi masyarakat dalam mengunggah dan mengunduh gambar atau video di media sosial.

"Sebenarnya komunikasinya boleh, kan yang dibatasi gambar sama videonya, tapi kalau redaksi masih bebas tidak terbatasi," ucap Sri Yunanto dikutip Kaili Post pada tayangan Kompas TV.

Menurut Sri Yunanto, langkah kontroversial pemerintah itu diambil demi menghindari unggahan yang memancing provokasi.

"Nah justru itu ujaran kebencian diprovokasi melalui media sosial," kata Sri Yunanto.

Host acara itu kemudian bertanya soal isu pembatasan atau penutupan media sosial selama 10 hari.

"Tapi apakah ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk membatasi dengan sampai 10 hari, ini panjang loh pak?" tanyanya.

Sri Yunanto menjelaskan pihaknya tak pernah menyebut akan membatasi media sosial selama 10 hari. Menurutnya pembatasan ini tergantung dengan situasi yang ada.

Namun Sri Yunanto tak menjelaskan situasi yang dimaksud seperti apa.

"Oh enggak, enggak saya enggak bilang 10 hari, belum diputuskan tergantung situasi," jelas Sri Yunanto.

"Tergantung situasi, karena pada dasarnya memberikan kebebasan juga ke media cetak, kalau kontrol media cetak di dewan pers, kalau media sosial di pemerintah," tambahnya.

Dilansir detik, pemerintah memblokir sebagian fitur aplikasi chatting, di antaranya adalah fitur mengirim gambar dan video. Menko Polhukam Wiranto menegaskan pemblokiran itu upaya mengamankan negeri.

"Saya juga menyesalkan ini harus kita lakukan, tapi ini suatu upaya untuk mengamankan negeri yang kita cintai ini," kata Wiranto dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Wiranto meminta masyarakat berkorban tak melihat gambar ataupun video via aplikasi chatting untuk beberapa hari. Dia menegaskan pembatasan ini bukan karena pemerintah sewenang-wenang.

"Ya berkorban 2-3 hari nggak liat gambar kan gapapa," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebut pembatasan akses media sosial (medsos) bersifat sementara dalam rangka menghindari penyebaran kabar bohong atau hoax.

"Pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap. Pembatasan dilakukan terhadap platform media sosial, fitur-fitur media sosial tidak semuanya dan messaging system," kata Rudiantara dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Rudiantara menyebut modus penyebaran kabar bohong itu berawal dari tangkapan layar di medsos. Setelahnya kabar yang belum jelas kebenarannya itu disebarkan di aplikasi perpesanan WhatsApp.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN