Muharram Bantah Rendy Didzalimi


Banteng di Sulteng Adu Tanduk


reportase: andono wibisono
PERNYATAAN Ir H Rendy Lamadjido, calon legislative Dapil Sulteng dari PDIP bahwa dirinya didzalimi internal partainya dibantah Ketua DPD PDIP Sulteng, Muharram Nurdin. Menurutnya, pernyataan bahwa yang bersangkutan didzalimi tidak mendasar serta tidak tepat. ‘’Kenapa kader didzalimi? Tidak ada itu,’’ tulisnya dalam pesan elektronik messangger ke kailipost.com sore ini (18/05/2019).

Justru internal partai memberikan keistimewaan pada Rendy katanya. ‘’Beliau kan bukan struktur partai tapi dapat nomor urut 01. Semua penetapan sesuai dengan mekanisme. Sesuai aturan partai. Dia kader yang diistimewakan,’’ tulisnya. Jadi, kata Caleg yang lolos kembali ke DPRD Sulteng itu, salah apabila ada yang menilai Rendy didzalimi.

Bagaimana dengan statmen Rendy, bahwa dirinya dihabisi di wilayah Dapil Banggai bersaudara (Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.red). dengan normatif, Muharram mengaku yang dia ketahui semua Caleg berkompetisi secara sehat sesuai aturan pemilu. Ia enggan menjawab beberapa pertanyaan kailipost.com lagi.

Sebelumnya, anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, H Ir Rendy Lamadjido menegasi bahwa dirinya adalah korban dzalim internal partainya. Olehnya, hasil rekapitulasi KPU Sulteng berpotensi akan digugatnya di rekapitulasi KPU di Jakarta. Apa alasan tuduhan pendzaliman itu?

Menurut Rendy, wawancara via telpon dengan kailipost.com barusan (18/05/2019) saja menyebut bahwa data dari jaringan pemenangannya menyebut banyak kehilangan suara. Misalnya di Kabupaten Banggai, dengan ditundanya Pileg dan Pilpres bukan tanggal 17 April 2019 lalu – baca kailipost.com berita terkait, ia memastikan ada banyak kecurangan di sana. ‘’Di sana basis suara saya selama tiga periode lalu. Dan itu nanti saya dapat buktikan,’’ terang Rendy yang mengaku berada di Jakarta.

Kedua; pendzaliman yang ia tuduhkan yaitu kurang sabarnya internal atas pencalonannya kembali di Pileg DPR RI Dapil Sulteng. ‘’Saya sudah katakan, tidak usah grusak grusuk. Sabar, Saya di DPR paling enam bulan dan setelah itu mundur maju di Pilkada 2020 di Pilgub. Tapi mereka sepertinya tidak sabaran,’’ terangnya. 

Lantas apa langkah yang akan dilakukan? ‘’Kita akan buktikan dengan data bersama tim saya. Kita uji di KPU pusat,’’ tandas anggota DPR RI Dapil Sulteng 15 tahun itu. **


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN