Pemenang Lomba BTQ Bebas Zonasi

Keterangan foto: Peserta lomba BTQ yang digelar UPTD Wilayah III 

Reporter: Ikhsan Madjido
SEBANYAK 90 siswa sekolah dasar se-kecamatan Tatanga dan Palu Selatan unjuk kebolehan membaca dan menulis Al Qur’an pada lomba Baca Tulis Al Qu’an di Masjid Darun Naim Jalan Basuku Rahmat, Senin (27/5/2019).
Lomba yang digelar Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Wilayah III Kota Palu bertujuan mengukur keberhasilan peserta didik dibidang BTQ, dengan sasaran peserta didik yang duduk di kelas lima SD, yang telah mengikuti tambahan jam belajar Baca Tulis Al-Qur’an selama beberapa bulan terakhir.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu diwakili Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SD Fatma Lahasan mengatakan pemenang lomba ini akan dibebaskan dari sistem zonasi pada saat mendaftar di Sekolah Menengah Pertama.
“Anak-anak yang juara pada lomba ini, tahun depan mereka akan mendaftar di SMP. Kami akan memberikan fasilitas kepada mereka yaitu bebas zonasi, jadi anak-anak yang memiliki prestasi akan dibebaskan zonasi untuk sekolah berkualitas baik,” kata Fatma Lahasan.
Dengan begitu, kata dia, keberlanjutan prestasi dibidang agama yang dimiliki oleh para siswa dapat dikembangkan lagi, sehingga mereka bisa menjadi qori dan qoriah yang dapat mengharumkan nama Kota Palu ditingkat nasional maupun internasional. Terutama, untuk terus membina bakat yang dimiliki oleh para siswa tersebut.
Tambahan jam pelajaran BTQ tersebut merupakan program strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dalam mengimplementasikan Visi dan Misi Pemkot Palu yaitu Palu Kota Jasa Berbudaya dan beradat dilandasi Iman dan Taqwa.
“Jadi point iman dan taqwa inilah yang kemudian diimplementasikan menjadi program tambahan jam belajar keagamaan di Sekolah Dasar Negeri maupun Swasta,”katanya.
Menurutnya, program tersebut menyasar anak usia 7 – 12 tahun yang belum mengetahui BTQ. Olehnya, dengan tambahan jam pelajaran tersebut, diharapkan tidak ada lagi lulusan SD yang tidak mengetahui BTQ. Dengan begitu, program tersebut menjadi salah satu kewajiban yang harus diikuti oleh peserta didik.
Dengan begitu, kata dia, setelah mereka mendaftar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak ada lagi yang tidak bisa membaca menulis Al-Qur’an, sehingga memudahkan mereka untuk memasuki sekolah yang menjadi pilihan mereka.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN