Polda Harus Cepat Proses Laporan Hoax


Reporter: Ramdan Otoluwa

GUBERNUR Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi korban hoax dan fitnah yang menyebut dirinya membiayai aksi pople power di Sulteng. Gubernur dan pihak-pihak yang menjadi korban hoax dan fitnah inipun telah melapor resmi ke Polda Sulteng.

Menurut salah satu pengacara kondang Sulteng, Edmond Leonardo Siahaan, kasus hoax ini mirip dengan berbagai kasus-kasus hoax lainnya.

“Walaupun pelaku penyebaran informasi hoax kerap kali dalam pengakuannya mengaku bukanlah sebagai pihak yang memproduksinya, tapi pelaku penyebaran hoax itu tetap diproses hukum sebagai tersangka pelanggaran UU ITE. Seperti yang terjadi pada kasus-kasus hoax dan pelanggaran UU ITE selama ini diberbagai tempat,” jelas pendiri LBH Sulteng ini, Senin (27/5/2019).

Olehnya, imbuh Edmond, sangat mudah bagi Polda Sulteng untuk menelusuri penyebaran informasi hoax dan fitnah ini diberbagai medsos. Karena dari berbagai informasi di media massa bahwa para terlapor ini aktif menyebarkan berita hoax tersebut ke berbagai media sosial seperti grup WA, grup FB dan lain-lain. Dimana bukti-bukti telah diserahkan oleh para pelapor.

“Saya sendiri berharap agar Polda Sulteng dapat memprioritaskan pelaporan kasus ini. Karena seperti yang kita ketahui bahwa pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya memerangi kejahatan hoax yang ditujukan kepada pemerintah. Kasus hoax dan fitnah yang terjadi di Sulteng pun menimpa Pemprov Sulteng, jadi Polda Sulteng memang harus segera memproses secepatnya kasus ini,” terangnya.

Edmond yakin Polda Sulteng memiliki kemampuan yang dapat diandalkan dalam menangangi kasus-kasus hoax yang menyerang pemerintah pusat sampai pemerintah daerah, dimana saat ini telah diproses pihak-pihak yang diduga sebagai penyebar hoax di Sulteng.

Untuk memenuhi harapan publik, dia mengusulkan sebaiknya Polda Sulteng memgambil langkah-langkah menggelar konfrensi pers untuk menyampaikan hasil dari laporan polisi yang telah dibuat oleh Gubernur Sulteng dan berbagai pihak yang telah menjadi korban hoax;

“Memberikan jaminan bahwa penanganan kasus ini sama dengan kasus-kasus hoax lainnya yang saat ini pelakunya telah ditahan di Polda Sulteng,” usul dia.

Terakhir dia meminta Polda Sulteng juga harus memeriksa admin-admin grup Medsos seperti grup FB dan WA yang telah menjadi wadah penyebaran informasi hoax ini. Ini agar menjadi efek jera bagi admin-admin medsos yang selama ini membiarkan grup-grup medsos tersebut menjadi wadah penyebaran informasi hoax.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN