Rendy Lamadjido: Saya Didzalimi


Internal Tidak Sabar Mengganti Saya
@Rendy Lamadjido Anggota DPR-RI

 Reportase/editor:  Ramdan otoluwa/andono wibisono

ANGGOTA DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, H Ir Rendy Lamadjido menegasi bahwa dirinya adalah korban dzalim internal partainya. Olehnya, hasil rekapitulasi KPU Sulteng berpotensi akan digugatnya di rekapitulasi KPU di Jakarta. Apa alasan tuduhan pendzaliman itu?

Menurut Rendy, wawancara via telpon dengan kailipost.com barusan (18/05/2019) saja menyebut bahwa data dari jaringan pemenangannya menyebut banyak kehilangan suara. Misalnya di Kabupaten Banggai, dengan ditundanya Pileg dan Pilpres bukan tanggal 17 April 2019 lalu – baca kailipost.com berita terkait, ia memastikan ada banyak kecurangan di sana. ‘’Di sana basis suara saya selama tiga periode lalu. Dan itu nanti saya dapat buktikan,’’ terang Rendy yang mengaku berada di Jakarta.

Kedua; pendzaliman yang ia tuduhkan yaitu kurang sabarnya internal atas pencalonannya kembali di Pileg DPR RI Dapil Sulteng.

“Saya sudah katakan, tidak usah grusak grusuk. Sabar, Saya di DPR paling enam bulan dan setelah itu mundur maju di Pilkada 2020 di Pilgub. Tapi mereka sepertinya tidak sabaran,’’ terangnya.

Lantas apa langkah yang akan dilakukan? ‘’Kita akan buktikan dengan data bersama tim saya. Kita uji di KPU pusat,’’ tandas anggota DPR RI Dapil Sulteng 15 tahun itu. Ir. Rendy M. Affandy Lamadjido, MBA lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan17 Februari 1960 (umur 59) adalah seorang politikus Indonesia. Saat ini ia menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014 fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.


Putra mantan gubernur Sulawesi Tengah, Abdul Aziz Lamadjido itu pernah mencalonkan diri pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2011 dengan diusung oleh Partai Amanat Nasional, dan tujuh partai lainnya. Pada Pemilukada tersebut, ia berpasangan dengan Bandjela Paliudju, mantan gubernur Sulawesi Tengah. Ir. Rendy M. Affandy Lamadjijo, MBA yang lahir di Makassar pada 17 Februari 1960 adalah seorang anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang ditugaskan untuk menjadi anggota Komisi V DPR RI dan Ketua Poksi Badan Urusan Rumah Tangga DPR RI. Di Komisi V tersebut, Ia membidangi Hak Asasi Manusia, Hukum dan Keamanan, dengan mitra kerja Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia, Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Hukum Nasional, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komisi nasional HAM (Komnas HAM), Komisi Kepolisian Republik Indonesia, dan Komisi Kejaksaan Republik Indonesia. **

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN