Salahgunakan Izin Tinggal, WNA Dideportasi


Reporter: Yohanes Clemens

KEPALA Kantor Imigrasi Palu Suparman mengungkapkan, kantor Imigrasi Kelas II Palu telah mendeportasi enam Warga Negara Asing (WNA) dari wilayah Sulawesi Tengah.

Suparman mengatakan, dari Januari sampai awal Mei 2019, ada enam WNA yang dideportasi karena penyalahgunaan izin tinggal. Informasi keberadaan WNA diperoleh atas koordinasi dengan Tim Pengawasan Orang Asing (Pora). Tim Pora menyampaikan informasi keberadaan WNA dan selanjutnya ditindaklanjuti petugas Imigrasi Palu.

"Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas WNA terbukti melakukan penyalahgunaan izin tinggal. Penyalahgunaan yang dimaksud yakni WNA memiliki izin kunjungan wisata tapi nyatanya digunakan untuk bekerja. Karena sudah terbukti menyalahgunakan izin tinggal, langsung kami depotasi ke negara asalnya,” ucap Suparman, di Palu, Selasa (7/5/2019).

Enam WNA, lanjut dia, yang dideportasi Imigrasi Palu didominasi asal China dan beberapa negara lainnya. Untuk WNA wilayah Sulteng memang diketahui dibanjiri asal China yang bekerja di beberapa perusahaan di daerah ini.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulteng mencatat saat ini ada 2.099 WNA memiliki izin tinggal terbatas. Ribuan WNA tersebut dalam status sebagai tenaga ahli di beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah Sulawesi Tengah.

"Para WNA berasal dari berbagai negara diantaranya China, India dan Jerman. Izin tinggal terbatas yang dimiliki dalam kurun waktu enam bulan sebanyak 222 orang,  satu tahun sebanyak 1.874 orang dan dua tahun sebanyak 2 orang," terangnya.

Kemenkumham Sulteng terus melakukan berbagai upaya dalam mengawasi keberadaan WNA di daerah ini. Salah satu yang dilakukan dengan memfasilitasi rapat Tim Pora (Pengawasan Orang Asing) Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di Aula Kemenkumham Sulteng Jalan Dewi Sartika Palu, Kamis, 25 April 2019.

"Tim Pora sendiri didalamnya terdiri dari unsur instansi daerah provinsi, dan kabupaten/kota serta lembaga pemerintah. Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng Zulkifli mengatakan keberadaan orang asing bisa menimbulkan dampak positif dan negatif," cetusnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN