Seteru Politik; AH dan Mat Sun Bertemu


PILGUB 2020

Reportase: andono wibisono 

KETUA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Anwar Hafid dan Bendahara Umum DPP Partai Nasdem, Akhmad H Ali kemarin (26/05/2019) nampak mesra bertemu. Foto-foto keduanya dipajang di media sosial dari akun resmi Mat Sun – sapaan akrab Akhmad H Ali, dari kediamannya Jalan Swadaya Palu Timur, Sulteng.

Linimasa yang diposting sejak sore kemarin itu langsung banjir komentar dan reaksi netizen. Sejumlah netizen langsung mengaitkan dengan rencana keduanya akan berlaga di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2020 -2025 mendatang. ‘’The next gubernur Sulteng mendatang.’’ Demikian salah satu komentar nitisen di atas cuitan akun Ahmad Ali itu. Pada foto itu, Mat Sun mengenakan kaos hitam dibalut celana panjang putih. Sedangkan AH, menggunakan baju putih dan celana krem dengan kopiah hitam.

Sebelumnya, belum genap sehari, AH di diskusi Warkop Udin FM, Jalan Setia Budi Palu menyebut bahwa dirinya menunggu sinyal Mat Sun. Apabila, Mat tidak maju di Pilgub, maka dirinya akan maju. Tetapi apabila Mat ikut berlaga di Pilkada, maka dirinya memilih menjalankan amanah di DPR RI. Tidak jelas apa hasil pertemuan keduanya tersebut.

Ada yang menarik pertemuan keduanya. Pertama; kedua tokoh politik ‘Wosu’ itu tercatat seteru politik yang kental sejak Pilkada Morowali tahun 2013 lalu. Mat Sun dikanvaskan AH di Pilkada 2013 dan sempat digelar PSU (pemilihan ulang) beberapa wilayah. Di Pilkada 2018 lalu, AH yang membawa jago adiknya Syarifuddin, dibalas Mat yang membawa Taslim sebagai Cabup dari Nasdem. Skor satu sama.

Di Pileg 2019 lalu, Mat dan AH pun kembali berlaga menuju senayan (DPR RI). Mat diusung Nasdem dan AH diusung Demokrat. Keduanya mendapat tiket nomor urut satu. Hasilnya? AH lebih unggul meraup suara dari Morowali ketimbang Mat Sun. tapi secara keseluruhan raupan suara Mat Sun di Sulteng meniggalkan jauh seteru politik lamanya itu.

Demikianlah fasun politik. Tidak ada musuh abadi. Yang ada adalah kepentingan politik yang abadi. Kemarin boleh bersetru politik. Tapi suatu saat, bisa saja menjadi teman untuk kepentingan sesaat. ‘’Bisa jadi pertemuan itu AH yang menjadi tamu (di kediaman Mat) ingin memastikan apakah Mat akan berlaga di Pilgub atau tidak. Atau bisa jadi keduanya akan koalisi. Semua bisa terjadi,’’ terang salah satu kader Partai Demokrat Sulteng ke redaksi semalam.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN