Stimulan Cair Tunggu Pokmas


Reporter: Firmansyah Lawawi

PENCAIRAN Dana bantuan stimulan, untuk perbaikan rumah rusak berat, sedang dan ringan akibat bencana, di wilayah Kota Palu masih melalui proses panjang dan rumit.

Kepala BPBD Palu, Presley Tampubolon menegaskan bahwa progres realisasi pencairan dana Stimulan sementara masih pada tahap pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) di tingkat kelurahan.

"Untuk saat ini, akan dilaksanakan pembentukan Pokmas di tingkat kelurahan. Dalam hal ini pemantapan data administrasi seperti validasi ulang data nomor NIK, KK dan bukti kepemilikan rumah maupun tanah calon penerima dana Stimulan," ungkap Presley.

Dalam melakukan validasi data ulang, pihak kelurahan akan didampingi tim fasilitator yang telah dilakukan pelatihan oleh Dinas PUPR Provinsi Sulteng.

Mekanisme pembentukan Pokmas sendiri, dibentuk dan disahkan oleh pemerintah setempat. Dalam hal ini pihak kelurahan.

Setelah itu, akan dibuatkan rekening masing-masing Pokmas. "Anggota dari Pokmas, merupakan warga calon penerima bantuan. Anggotanya terdiri dari 15 hingga 20 orang. Setiap kelompok, didampingi tenaga konsultan dari pemerintah. Nantinya, Pokmas membuat perencanaan melalui proposal. Setelah itu, baru pencairan dengan cara transfer ke rekening Pokmas,” jelas Presley.

Estimasi perhitungan penyaluran dana Stimulan kota Palu, sesuai dengan kondisi rumah. Untuk rusak berat sebesar Rp50 juta, sedang Rp25 juta dan ringan Rp10 juta.

Namun untuk tahap pertama pencairan dana Stimulan, diprioritaskan untuk kondisi rumah rusak berat akibat bencana alam.

Total dana Stimulan untuk kota Palu sebanyak Rp82 milyar lebih. Dengan jumlah warga penerima dana berjumlah 1.594 orang.

Terkait peruntukan dana Stimulan bagi rumah rusak berat sebesar Rp50 juta, namun dalam realisasinya dana tersebut tidak mencukupi, Presley menjelaskan bahwa alokasi dana diperuntukan rumah rusak untuk kualifikasi type model 36.

"Konstruksi estimasi mnya tanpa menggunakan lantai keramik dan plafon. Olehnya dana tersebut dicukupkan sesuai besaran peruntukanya. Bila dana tersebut kelebihan, boleh diusulkan untuk pembangunan infrastruktur penunjang lainya. Seperti penambahan  teras rumah dan lain-lain, hingga dana maksima peruntukanya sebesar Rp.50 juta terpenuhi. Dalam artian tidak kurang dan lebih, " sebutnya.

Ditambahkanya, bagi masyarakat yang telah membangun kembali rumahnya, tanpa meninggu pencairan dana Stimulan akan tetap dilakukan pergantian dana yang mereka keluarkan guna rehabilitasi rumahnya.

"Hal tersebut sesuai dengan  pedoman yang ditetapkan Gubernur Sulteng. Bahwa masyarakat yang telah membangun rumah sendiri, akan diganti. Namun mereka harus memilik dokumen. Seperti bukti foto rumah rusak,  sebelum mereka melakukan rehabilitasi kembali," cetusnya.

Pemerintah pusat sendiri telah mendorong untuk mempersiapkan pencairan dana Stimulan untuk tahap dua. "Hal itu juga yang membuat pontang-panting dalam mempersiapkan data. Tahap satu saja belum mulai penyaluranya, kini kami dipresure untuk tahap ke dua. Jadi yang mana harus dikonsentrasikan terlebih dahulu," akunya.

Sementara data di kelurahan seperti NIK, KK maupun data kepemilikan tanah belum tampung semuanya. Ditambah lagi tenaga yang menanganinya sanyat terbatas.

Olehnya, kepala BPBD Palu mengaku akan memproriritaskan pencairan dana Stimulan tahap pertama. Setelah itu akan dilanjutkan ke tahap berikutnya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN