Tiket Naik Ganggu Wisata Sulteng



Reportase: Ikhsan Madjido
SEKTOR Transportasi udara berperan tidak hanya untuk mendorong mobilitas manusia antar daerah di negara kepulauan, namun yang juga sama pentingnya adalah perannya terhadap sektor pariwisata di Indonesia.

Bukan merupakan rahasia lagi bahwa apabila sektor pariwisata tumbuh, maka tingkat konsumsi di daerah tersebut juga akan kuat.

Meski tidak bergantung besar terhadap sektor pariwisata, Sulawesi Tengah pun juga terkena dampak dari kenaikan harga tiket pesawat akhir-akhir ini.

“Kalo dampak terhadap tingkat hunian sangat terasa di Togean karena semata mengandalkan industri wisata. Laporan Kemenpar, 75 persen wisatawan membatalkan perjalanan ke Togean karena aksesibilitas,” kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sulteng, Nurhalis, Selasa (14/5/2019).

Untuk ke Togean saja, tambah Nurhalis, ada minimal dua kali transit dari luar Sulawesi dan miskoneksi moda udara dan laut.

“Kenaikan tiket pesawat tentunya memiliki hubungan terhadap performa sektor pariwisata," kata dia.

Tapi tiket pesawat adalah salah satu variabel biaya wisata. Menurutnya, adapun keputusan orang untuk berwisata didasarkan pada banyak faktor terutama dalam pemilihan tujuan wisata. Belum tentu plafon tertinggi yang baru akan dapat membuat harga tiket terasa murah.

Meski harga tiket murah, dalilnya, keputusan orang untuk memilih destinasi wisata di Sulteng ditentukan juga oleh faktor lain terkait penerbangan.

“Meski nantinya murah, destinasi wisata unggulan Sulawesi tengah tergolong 'jauh' atau sulit dijangkau,” terangnya.

Namun disisi lain, kenaikan tiket pesawat meski tidak terlalu siginifikan, menguntungkan Sulteng.

“Tiket mahal itu dalam beberapa hal menguntungkan Sulawesi. Karena ke Raja Ampat menjadi sangat mahal jadi mending ke Sulawesi. Begitu kata pengunjung pameran di Surabaya kemarin. Secara psikologis orang lebih menunda perjalanan,” tutupnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN