Upah Tak Dibayar, Segel Huntara


Sumber foto: medsos facebook

Reportase: Ikhsan Madjido

SALAH Satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yaitu PT PP (Pembangunan Perumahan), belum melunasi upah pekerja yang mengerjakan Hunian Sementara (Huntara) di Kelurahan Mamboro, Kota Palu.
Buntutnya, huntara yang menjadi tempat sementara bagi penyintas bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi pada 28 Spetember 2018 lalu, disegel oleh pihak pekerja.
Camat Palu Utara Moh Akhir Armansyah membenarkan sejumlah pekerja menyegel huntara yang dihuni warga Layana, Tondo dan Mamboro tersebut.
“Jadi bukan kontraktor yang menyegel. Tapi para pekerja yang belum dibayarkan upahnya oleh kontraktor. Mereka melakukan supaya dapat perhatian,” terang Akhir, di Palu, Kamis (16/5/2019).
Para pekerja huntara kebanyakan para penyintas juga, jadi tidak akan ada pembongkaran huntara yang berada di belakang Terminal Mamboro tersebut.
“Ulah pekerja yang cari perhatian. Nanti dimediasi masalah ini dengan pihak kontraktor. Tidak akan ada pembongkaran huntara. Garis polisi pun telah dicabut,” tegasnya.
Walikota Palu Hidayat menyesalkan penyegelan Huntara itu. Pihaknya akan meninjau langsung huntara tersebut hari ini, Jum’at (16/5/2019).
Hidayat akan meminta pihak-pihak yang bertanggungjawab untuk dapat menyelesaikan masalah yang ada.
“Memang masih ada permasalahan terkait pembangunan huntara baik yang dibangun oleh PUPR maupun oleh swasta. Saya akan hubungi pihak terkait dan saya berharap semoga pihak yang bertanggungjawab terhadap pembangunan huntara segera menyelesaikan permasalahan yang ada,” pungkasnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN