Usai Razia, Tabung Melon Malah Langka



Reporter/Morowali: Bambang Sumantri
PASCA Dilakukannya razia pengecer tabung gas melon beberapa hari lalu oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Morowali, masalah baru mulai muncul.

Pasalnya, tak ada lagi pengecer tabung gas melon 3 kilogram di kios-kios sehingga warga Bungku kesulitan untuk mendapatkan tabung tersebut meskipun sudah berkeliling kota.

Pedagang kecil makanan dan kue-kue di Pasar Ramadhan maupun di Pasar Bungku dan pinggiran jalan, tak lepas juga menjadi korban karena kebingungan harus mencari gas melon kemana lagi.

Sementara, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali pun hingga hari ini tak bisa memberikan solusi akibat kelangkaan gas seperti ini.

Salah seorang pengecer mengatakan bahwa ia menjual tabung gas isi ulang seharga Rp38 ribu karena dibelinya dari pengantar Sulawesi Selatan dengan harga Rp36 ribu namun beberapa hari yang lalu sudah disita oleh pihak Dunas Perindag dengan alasan harus mengurus izin pangkalan terlebih dahulu baru kemudian bisa menjual kembali.

"Saya ambil di mobil yang dari Selatan harga 36 ribu, makannya dijual 38 ribu, saya disuruh urus izin pangkalan dulu baru bisa menjual gas lagi, dari kemarin ini langgananku datang mencari gas tapi sudah tidak ada" ungkapnya ke media ini, Kamis (16/5/2019).

Kelangkaan gas 3 kg tersebut membuat pihak Pemkab Morowali dalam hal ini Dinas Perindag dikritik melalui media sosial dan mendesak instansi terkait memberikan solusi.

Maia, salah seorang warga Desa Bente Kecamatan Bungku Tengah mengkritik keras pihak Dinas Perindag yang tak bisa memberikan solusi. "Kenapa tidak dari sebelum puasa dilakukan razia dan cepat dicarikan solusi supaya tidak terjadi kelangkaan, ini malah bulan puasa razia, terus tidak ada solusi untuk mengatasi kelangkaan, bagaimana orang mau memasak sahur dan buka puasa kalau tidak ada gas begini ??? 

Dinas harus bertanggung jawab atas kelangkaan ini, harus ada solusi secepatnya, jangan cuma taunya bertindak tanpa perhitungan, akhirnya masyarakat yang jadi korban," ujarnya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN