Penyidik Dit Reskrimsus Periksa YB


 Tampilan Editan Berita Terkait Hoax ke Gubernur Sulteng
Reporter: Ramdan Otoluwa

Salah seorang legislator di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, YB, Senin (10/2019) memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulteng
.
Kehadiran YB untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus penyebaran berita hoaks yang melibatkan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola dan pencatutan nama Harian Mercusuar.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto membenarkan adanya pemeriksaan oleh penyidik terhadap yang bersangkutan (YB). Namun kata Didik, diperiksanya YB masih merupakan pemeriksaan keterangan awal dan masih dalam tahap penyelidikan mengenai kasus pemberitaan hoaks tersebut.

“Masih dilakukan pemeriksaan (proses penyelidikan) oleh Krimsus,” tulisnya, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Dia melanjutkan, YB menjalani pemeriksaan selama beberapa jam di ruang penyidikan Dit Res Krimsus, namun Didik tidak merinci secara pasti jumlah pertanyaan yang dilayangkan penyidik kepada YB.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola melaporkan YB ke Polda Sulawesi Tengah. Ia melaporkan anggota DPRD Sulawesi Tengah itu karena diduga ikut menyebarkan berita yang tidak benar di media sosial.

Selain YB, Longki juga melaporkan dua orang lainnya, yaitu DQ dan MH. Keduanya juga diduga ikut menyebarkan berita bohong itu ke media sosial.
“Pak Longki juga ikut melaporkan DQ dan MH. Berbeda dengan YB, keduanya belum jelas identitasnya, nanti penyidik dari Polda Sulteng yang akan menelusurinya,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulteng, Haris Kariming, Senin (20/5)  petang.
Ia mengemukakan hal itu kepada puluhan wartawan yang mencegatnya di luar ruang kerja gubernur. Wartawan menunggu hampir empat jam ketika Longki memberikan laporan ke tim penyidik dari Cyber Crime Ditkrimsus Polda Sulawesi Tengah.
Longki mengadu ke polisi akibat tersebarnya berita bohong di media sosial. Berita head line halaman pertama Mercusuar terbitan Jumat, 9 November 2018, judul dan fotonya diganti.
Foto berita diganti dengan foto Longki Djanggola. Kemudian judul beritanya pun diganti bernada provokatif. Judulnya, Longki Djanggola Membiayai Aksi People Power di Sulteng. Foto dan judul berita itu seolah-olah diterbitkan harian Mercusuar.
DQ diduga orang pertama yang memposting berita bohong itu. Kemudian YB juga diduga orang pertama yang menyebarkan ke media sosial. Kasus inilah yang membuat Longki mengadu ke polisi.
Selain tiga nama tadi, Longki juga berharap polisi dapat menemukan siapa orang yang mengubah foto dan judul berita di Koran Mercusuar itu. Bila polisi menemukannya, ia berharap dapat diproses hukum dan diganjar hukuman sesuai perbuatannya.
Menurut Haris, tanda bukti laporan pengaduan bernomor TBLP/31/V/2019/Ditreskrimsus tertanggal 20 Mei 2019. Pengaduan itu tentang dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-undang ITE.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN