Polres Palu Musnahkan Narkoba Senilai Rp500 Juta Hasil Tangkapan Selama Ramadan 2019


Waka Polres Palu Kompol Basrun Sychbutan, SH, didampingi Kasat Narkoba Iptu Stefanus Sanam, bersama pihak terkait saat pemusnahan babuk narkoba di ruangan rapat utama Polres Palu, Senin (3/6/2019)

Reporter: Yohanes Clemens

Kepolisian Polres Palu memusnahkan barang bukti (babuk) narkoba jenis sabu-sabu senilai kurang lebih Rp 500 juta.

Pemusnahan berlangsung di ruang Rupatama Polres Palu, Senin (3/6/2019).
Barang bukti nakoba jenis sabu tersebut merupakan hasil tangkapan selama bulan Ramadan 2019.

Barang bukti yang dimusnahkan memiliki berat 180,0556 gram atau senilai kurang lebih Rp500 juta.

Selain itu, alat-alat seperti enam alat hisap sabu (bong), 10 korek api gas, 10 pak plastik klip, 54 pipet plastik, 26 pireks kaca, 26 karet dot dan lima buah alat timbangan dimusnahkan.

Babuk tersebut dimusnahkan mengingat barang yang disita adalah narkotika golongan 1 yang dikategorikan mudah rusak.

Selain itu, penyimpanannya juga membutuhkan anggaran yang cukup tinggi.

Wakapolres Palu, Kompol Basrun Sychbutan menyampaikan, barang tersebut berasal dari 12 kasus narkoba yang ditangani oleh Polres Palu.

"Ini dari 12 kasus sepanjang bulan Ramadan yang sudah terungkap," kata Basrun.

Basrun menjelaskan, sejumlah barang bukti yang diamankan merupakan milik salah satu sindikat di Kota Palu.

Masing-masing, tersangkanya ialah HT (24), IC (27), dan LS (32).
Ketiganya diamankan di dua tempat yang berbeda, sehingga barang bukti yang diamankan juga dalam jumlah besar.

pemusnahan barang bukti, kata Basrun, merupakan proses bagian penyidikan tindak pidana narkotika.

Sesuai dengan pasal 45 KUHP, bahwa benda sitaan yang bersifat terlarang atau dilarang untuk diedarkan dirampas, dipergunakan buat kepentingan negera, atau dimusnahkan.

"Tujuannya untuk mewujudkan kepastian hukum dan transpransi dalam penyelidikan tindak pidana narkotika," tandasnya.

Dengan ini, pihak kepolisian berharap dapat bersama-sama menyelamatkan generasi muda.

"Pemberantasan narkotika harus digemparkan terus menerus dan melibatkan semua komponen masyarakat sesuai dengan Undang-Undang atau amanat Presiden untuk berperang melawan peredaran narkotika," pungkasnya.

Pemusnahan disaksikan dan dihadiri pejabat utama Polres, Kejaksaan, BNN, Balai POM Palu, tokoh masyarakat, RT, Advokat LPS-HAM, dan tiga terduga pelaku.***

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN