Semester Antara Tekan Angka Drop Out



Reporter: Yohanes Clemens

PERLU Perubahan paradigm baik dosen maupun mahasiswa tentang semester antara. Pengoptimalan semester antara atau semester pendek dapat menjadi solusi menekan jumlah mahasiswa yang dropu out (DO).

Rektor Universitas Tadulako Prof Dr Ir H Mahfudz MP mengatakan kebijakan penambahan waktu bagi mahasiswa yang sudah lewat masa studi dinilai tidak menekan jumlah mahasiswa DO.

“Kebijakan penambahan waktu dipastikan yang terakhir diterapkan untuk mahasiswa angkatan 2012. Untuk menekan DO dilakukan sejak mahasiswa duduk di semester awal, bukan saat mahasiswa tersebut memasuki semester akhir,” kata Prof Mahfudz di Palu, Kamis (13/6/2019).

Bila sebelumnya, lanjut Prof Mahfudz, semester antara hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin mengulang mata kuliah yang tidak lulus, maka kedepan diharapkan semester antara dapat diakses oleh mahasiswa, yang ingin mengambil mata kuliah yang belum diprogramkan.

Olehnya, Prof Mahfudz menganalogikan, jika mahasiswa setiap semester mengambil 24 SKS tanpa memprogramkan semester antara, maka waktu yang diperlukan mahasiswa tersebut untuk menyelesaikan studi adalah 4 tahun. Dan jika semester antara juga digunakan untuk memprogramkan mata kuliah yang belum diprogramkan, maka rentang waktu masa kuliah, dapat dipangkas.

"Maka saya menegaskan penerapan kebijakan ini, nantinya butuh dukungan dari dosen pengampuh mata kuliah. Jika kebijakan tersebut nantinya diberlakukan pihak kami tidak akan segan-segan memberikan sanksi kepada dosen yang tidak melayani mahasiswanya untuk mengambil semester antara," pungkasnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN