Tambang & Banjir UNTUK Siapa?


 MOROWALI
Banjir Besar Landa Sejumlah Wilayah di Kabupaten Morowali/BS

 
editor/wartawan/sumber: Andono wibisono
                             Bambang sumantri
                             Antaranews.com/kumparan

KABUPATEN Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah adalah kabupaten terparah diterjang banjir sepanjang tahun ini, setelah wilayah Kabupaten Sigi Desa Bangga dan sekitarnya di awal 2019. Karena hampir semua kecamatan di Kabupaten Morowali mengalami banjir hingga dada orang dewasa.

Menurut  Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng, penyebab bencana banjir keseluruhan di Kabupaten Morowali, akibat ada aktifitas pertambangan di hulu sungai. Demikian Direktur Eksekutif Jatam (9/6), Syahrudin Ariestal Douw, rilisnya yang disampaikan terbuka ke publik. Ia mengatakan ada tiga hal penyebab banjir di sejumlah daerah di Morowali.

Pertama kata dia, industri tambang adalah penyebab utama banjir di Morowali. Kemudian kedua, kata dia, pemerintah lalai melihat keselamatan lingkungan. Akibatnya, izin dikeluarkan melebihi daya dukung lingkungan.

Selanjutnya kata dia, banjir adalah pintu masuk bagi institusi penegak hukum untuk melakukan penindakan perusahaan tambang serta melakukan evaluasi agar perizinan yang jumlahnya masih di angka seratusan itu di Kabupaten Morowali, menjadi tinggal dua atau tiga izin saja. "Kami mendesak pemerintah agar segera melakukan evaluasi tambang secara serius dan terbuka," ujarnya. Selama ini, katanya  pemerintah tidak serius dalam penanganan tambang. Itu nampak terlihat tidak adanya laporan secara berkala kepada publik. "Izin apa saja perusahaan yang dicabut dan perusahaan apa saja yang baru diberikan izin," terang Syahrudin.

Kemudian, indikator banjir yang hampir terjadi di semua kecamatan tambahnya, menandakan dahulu banjir biasanya hanya di satu tempat, tapi kini merata. Ini pertanda ada indikasi bahwa ada aktivitas merusak hutan di hulu sungai.

Selanjutnya kata dia, publik seperti NGO tidak pernah dilibatkan secara langsung dalam evaluasi, sehingga alat ukur evaluasi tidak transparan.

Dia menambahkan, pemerintah jangan hanya mengejar pendapata asli daerah (PAD) tanpa memperhatikan aspek lingkungan. Kalau logikanya kejar PAD. Kata dia, jual saja daerah ini pada investor. Tapi bila tujuannya adalah kesejahteraan dan keselamatan hidup rakyat, maka harus dilakukan evaluasi.

Soal menanganan bencana banjir di Morowali, Kepala BPBD Sulteng, Bartholomeus Tandigala mengaku mengirim dua truk bantuan. Truk pertama berisi tenda, matras, selimut dan jas hujan. Sedangkan truk kedua berisi tim reaksi cepat (TRC). BPBD tidak mengirim bantuan makanan karena sesuai permintaan BPBD Kabupaten Morowali (10/06/2019) yang dikutip dari antaranews.com.

Pertanyaan saat ini, apakah aktifitas tambang di Morowali memberikan dampak positif pada masyarakat lingkar tambang, masyarakat umum di daerah itu. Dampak positif itu bisa yang disebut Jatam Sulteng, soal keselamatan lingkungan dan meningkatkan kesejateraan masyarakat akibat aktifitas pertambangan. Siapa paling diuntungkan?

Bencana banjir nyaris merata dirasakan rakyat Morowali sudah barang tentu membawa dampak kerugian. Baik kerugian material, lahan, peternakan, pertanian dan nelayan tangkap di wilayah itu. Terlebih, hasil laporan beberapa media menyebut bahwa kerugian bencana banjir Morowali juga merusak sejumlah infrastruktur yang menjadi tanggung jab pemerintah pusat, yaitu jalan trans Sulawesi dari Morowali ke Konawe Sulawesi Tenggara.


IMIP Kerahkan Alat Berat Tangani Banjir 
IMIP Kerahkan Alat Berat Tangani Banjir 
 PT Indonesia Morowali Industrial Park sejak kemarin mengerahkan sejumlah kendaraan alat berat untuk menangani longsor di sejumlah titik akibat bencana banjir yang terjadi sejak tiga hari lalu. Pengerahan kendaraan alat berat ini juga untuk mengalirkan air banjir agar bisa secepatnya surut. 

"Tim PT IMIP saat ini sedang berusaha keras mencoba membenahi longsoran-longsoran di sejumlah titik dengan mengerahkan kendaraan alat berat untuk mengalirkan air" kata Senior Vice Presiden PT IMIP, Slamet Panggabean di Morowali,  Selasa (11/6/2019).

Menurut Slamet, selain pengerahan kendaraan alat berat, team IMIP dilapangan juga sedang mengerjakan pembuatan rakit penyeberangan sementara di jembatan Dampala yang putus akibat terjangan banjir.  Diharapkan, pengerjaan rakit penyebrangan itu bisa segera selesai supaya penyebrangan ke arah Bungku terbantu dulu secara darurat. "Yang jelas pihak IMIP akan membantu apa yang kami bisa" singkatnya. 

Terkait operasional pabrik di kawasan PT IMIP kata Slamet, tetap beroperasi seperti biasa karena mayoritas karyawan bermukim di desa-desa sekitar kawasan PT IMIP. Ia mengatakan, atas nama manajemen, pihaknya mengaku prihatin dengan bencana banjir tersebut. Pihaknya berharap, seluruh pemangku kepentingan bersama stake holder di Morowali dan masyarakat bisa bersatu padu serta saling bekerja sama agar situasi bisa segera pulih kembali.**




Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN