Walikota Minta Percepat Layani Pengungsi

@Walikota Palu Hidayat

Reporter: Firmansyah Lawawi

WALI Kota Palu Hidayat meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN), termasuk kepala organisasi perangkat daerah (OPD), lurah dan camat agar cepat merespons dan menindaklanjuti keluhan pengungsi.

"Minta tolong saya kepada kalian agar memiliki hati nurani dan keihlasan dalam menangani permasalahan penyintas korban bencana alam. Kasian saudara kita yang menderita tinggal di tenda pengungsian maupun Huntara. Mana hawa di dalam kediaman mereka panas, ditambah lagi kekurangan air dan listrik," katanya saat memimpin rapat evaluasi penanganan pascabencana di ruang rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Selasa (11/6/2019).

Permintaan ini  disampaikan akibat kekesalannya terhadap pelayanan ASN kepada pengungsi yang ia nilai kurang baik.

Dalam rapat yang diikuti oleh OPD terkai Pemkot Palu serta lurah dan camat sekota Palu tersebut, Walikota semprot kinerja bawahanya terkait belum rampungnya ketersedian beberapa fasiltas air bersih dan listrik di shelter pengungsian maupun di Huntara.

Seperti kendala belum rampungnya permasalan pipa air di Petobo dan intalasi listrik di Huntara yang ada di beberapa wilayah kota Palu.

Menurutnya, masyarakat yang berada di shelter pengungsian maupun di Huntara, sering mengeluh datang ke kediamanya akibat kekurangan suply air bersih dan belum terpasangnya instalasi listrik.

Olehnya dia menginstrusikan kepada lurah maupun canat untuk segera bergerak cepat dalam penanggulangan beberapa polemik yang terjadi di tengah masyarakat yang mendiami shelter pengungsian maupun Huntara. Tanpa menunggu lagi koordinasi dari OPD.

"Kedepannya, saya tidak mau lagi mendengar ada warga yang datang mengeluh ke rumah maupun kabar-kabar mereka kekurangan air dan listrik," tegasnya.

Dari data yang ada, Hunian Sementara yang belum teraliri listrik, sebanyak 14 lokasi tersebar di kota Palu
Selain itu, warga yang berada di shelter pengungsian Balaroa, kata Hidayat, mengeluhkan tenda yang mereka tempati sudah banyak yang rusak. Sehingga saat hujan turun, air masuk dan menggenangi dalam tenda.

"Saya minta segera melakukan cross chek ke lokasi tersebut.  Untuk memastikan berapa jumlah tenda yang rusak. Guna dilakukan perbaikan, " pungkasnya.

Ditambahkanya, Di depan sejumlah kepala OPD, lurah dan camat yang hadir dia mengintruksikan agar huntara-huntara yang belum teralilir listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Palu karena terkendala administrasi langsung mengambil aliran listrik di jaringan-jaringan listrik di sekitar huntara.

"Sudah beberapa bulan kita masih berkutat tentang listrik di tenda pengungsian dan Huntara. Kendalanya proses pengadaan listrk masih dalam tahap registrasi di PLN. Sementara warga tersiksa dan sangat membutuhkan penerangan. Mana tempatnya sempit, anak banyak, listrik belum ada. 

Kalau ada permasalahan di lapangan, hubungi kami. Sehingga saya bisa menghubungi langsung kepala PLN.  Jangan hanya diabaikan saja, " tandasnya.**




Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN