CAbut Izin PT KLS di Toili


Pernyataan Bersama Mengenai Banjir Kecamatan Toili Kabupaten Banggai
Dampak Banjir Pohon Kelapa Sawit Berada di Daerah Aliran Sungai

Sejak 18 Juli 2019 hingga kabar hari ini kami turunkan, hujan masih mengguyur Kecamatan Toili Kabupaten Banggai. Banjir bandang telah merusak ratusan hektar sawah, kebun, harta benda bahkan korban jiwa warga masyarakat di sana.

Pasti tak tertawar, Pihak pertama yang paling bertanggungjawab atas dampak dari murkanya alam ini dua pihak. Pertama pemerintah yang telah memberi izin Perkebunan Kelapa Sawit kepada korporasi. Pihak kedua adalah PT KLS yang diberi izin kuasa eksploitasi dengan SK HGU No 15/HGU/1991 Badan Pertanahan Nasional 2 Oktober 1991. Perusahaan brutal. Pohon sawit bahkan di tanam di bantaran sungai...!!! Hutan Suaka Marga Satwa Bangkiriang dibantai pula oleh perusahaan ini.

Tak puas dengan kebrutalan itu, anak perusahaan ini, PT Berkat Hutan Pusaka (BHP), mengantongi proyek HP HTI dari Menteri Kehutanan RI No 146/kpts-II/1996 seluas 13.400 Ha. Sebagian besar areal ini telah dialihfungsi oleh PT BHP secara ilegal menjadi perkebunan kelapa sawit.

Tengoklah gambar-gambar ini...! Bayangkan daya rusak alam-lingkungan yang mengakibatkan kemalangan besar rakyat di sana.

Atas peristiwa ini, maka wajib bagi pejuang lingkungan dan rakyat "Menuntut Pertanggungjawaban Pemerintah Nasional-Provinsi-Kabupaten dan perusahaan atas kerusakan alam dan kerugian rakyat".

Tak Bisa ditunda lagi CABUT IZIN PERUSAHAAN INI...!!!!


Sumber: Eva Susanti Bande (Aktivis Agraria)/Adi Prianto (ketua PRD Sulteng)/Adriani Badrah (Direktur Celebes Institut)/Azman Asgar (ketua PMP Sulteng)

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN