Cudi Sesalkan Dekot Tak Bertanya Dulu


TIPIKOR SUDAH MINTA KETERANGAN

Reportase/editor: ramdan otoluwa/andono wibisono

MANTAN Wali Kota dua periode Rusdi Mastura menyesalkan Dewan kota (Dekot) Palu yang menyetujui pembayaran Rp16 miliar yang katanya ‘sebagai denda dan eskalasi’ harga baja atas pembangunan jembatan IV Palu, Pebruari 2019 lalu. Padahal, apabila diperlukan, dirinya siap memberikan penjelasan dan keterangan kepada lembaga rakyat itu sebelum menyetujui pembayaran.

‘’Kalau ditanya (terlebih dahulu) ke saya atau mantan Kadis PU pastilah kami akan memberikan hal-hal yang sudah dan mengapa saya tidak bayar. Saya padahal di Palu terus dan mendengar semua itu. Tapi kalau sudah begini ya pasti bisa dipertanggung-jawabkan (ke masyarakat-Red) atau siapa saja,’’ ujar Cudi – sapaan akrab Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Nasdem Sulteng itu pekan lalu ketika memberikan keterangan pers dukungannya kepada Ahmad Ali, sebagai calon gubernur Sulteng 2020-2024 mendatang di Warkop Forbes.

Pembayaran ‘yang katanya’ untuk eskalasi baja atau denda menurut Cudi, usulnya sebaiknya sebelum dibayarkan harus ada surat atau rekomendasi Menteri Keuangan RI. Hal itu sebagai dasar agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Ia pun yakin, mantan Kadis PU Bartholumeus Tandigala juga pasti akan mau memberikan saran-saran dan keterangan. ‘’Semua pasti mau membantu Pemkot dan dewan perwakilan rakyat. Kita kan warga di sini,’’ tandasnya dengan mimik serius.

TIPIKOR SUDAH MINTA KETERANGAN
Hebohnya keterangan Cudi di media massa terkait permintaannya agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki pembayaran Rp16 miliar ke PT Global Daya Manunggal (GDM) oleh Pemkot dan Dekot lewat APBD 2019 dan pengakuannya soal dirinya akan disuap Rp4 miliar diam-diam menjadi perhatian penegak hukum.

Salah satu penegak hukum tindak pidana korupsi di Sulteng mulai mengundang beberapa pihak yang terkait dengan Jembatan IV. Informasi yang diterima redaksi, mantan Kadis PU Palu, Bartholumeus Tandigala sudah dua kali diminta keterangan. Pastinya kapan dimintai keterangan, tidak dijelaskan sumber. ‘’Pak Bartho sudah melapor dua kali dimintai informasi Tipikor. Kapan pastinya tanya saja beliau,’’ ujar sumber memberikan informasi. 

Sementara itu, Bartholumeus ketika dikonfirmasi membantah dirinya sudah dimintai keterangan Tipikor. ‘’Saya hanya dengar dengar mau dipanggil Tipikor saja. Belum, belum ada panggilan,” jawabnya via WhathAppsnya.**  


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN