Data Santunan Duka Belum Lengkap



Reporter: Firmansyah Lawawi

PROGRES penyaluran dana santunan duka bagi korban bencana alam, gempa bumi, Tsunami dan Likuefaksi tahap ke dua kota Palu saat ini, masih sebanyak 1195 berkas yang diterima dari ahli waris. Demikian Plt. Dinas Sosial Palu, Mochamad Nur Sidik saat jumpa pers, Selasa (9/7/2019) di kantor Wali Kota Palu.

"Untuk tahap kedua penyalurah dana santunan duka kita Palu, saat ini berkas yang diterima dari ahli waris sebanyak 1195 orang, " ungkapnya.

Total data yang diterima oleh pihak Dinas Sosial Palu, 3680 jiwa. Sementara masih ada sisa yang belum menyetorkan blanko atau persyaratan dalam mendapatkan dana santunan duka tahap kedua, sebanyak 1012 ahli waris di kota Palu.

Kendala yang terjadi dalam validasi data penyaluran santunan duka kata Plt. Dinas Sosial Palu, disebabkan korban bencana alam bukan berasal dari kota Palu. Atau berdomisili di luar wilayah. Sehingga pihaknya, kesulitan dalam melakukan verivikasi data. Karena akses data yang ada di Dinas Dukcapil Palu, hanya untuk warga Palu saja.

"Ada kemungkinan korban yang meninggal dunia pada saat bencana alam 28 September silam, bukan warga kota Palu. Karena saat pencairan dana santunan duka tahap pertama, karena ada ahli waris  yang terima santun duka berasal dari luar kota Palu.

Untuk penyaluran dana santunan duka kota Palu tahap pertama, telah disalurkan kepada 1.383 ahli waris. Melalui Bank Mandiri yang ditunjuk langsung oleh pihak BNPB.

Ditambahkanya, data valid dari Dukcapil untuk Jaminan Hidup (Jadup) kota Palu saat ini lanjut Mochamad Nur Sidik, ada diangka 3217 kepala keluarga. Pendekatan jiwa sebanyak 8120.

"Hal itu mencakup kevalidan mulai dari nomor kartu keluarga, nama, nomor induk KTP dan alamatnya, " paparnya.

Informasi yang diterima pihaknya, terkait sisa data yang belum valid, berasal dari Dukcapil Palu, kata Plt. Dinas Sosial Palu, mereka akan melakukan cross chek menggunakan pola manual.

Sementara, Wali Kota Palu Hidayat mengimbau kepada masyarakat agar segera melengkapi semua data terkait penyaluran dana santunan duka maupun Jaminan Hidup.

"Jangan nanti ada dana telah dikucurkan, baru semua melengkapi datanya. Karena semua prosesnya,  merupakan persyaratan dari pemerintah pusat, " pintanya.

Selain itu, Hidayat mengaku bahwa Jaminan Hidup bagi kota Palu sebelumnya dia tolak. Karena awalanya, pemerintah pusat hanya mengalokasikan Jadup bagi warga yang berada di Huntara dibangun oleh PUPR.

Karena menurutnya, masih banyak masyarakat yang tinggal di shelter maupun Huntara yang dibangun oleh NGO atau pihak swasta.

"Awalnya saya menolak Jadup. Karena pemerintah pusat hanya menyalurkanya bagi warga yang tinggal di Huntara PUPR.Sementara masih banyak masyarakat yang berada di shelter pengungsian dan Huntara didirikan pihak swasta. Untuk saat ini, seluruh masyarakat mendapatkan Jadup," akunya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN