Demokrat Keberatan ‘Kotak Kosong’ Pilgub

@Abd Radjak BM Radjak

Reportase : andono wibisono/ikhsan madjido

SEKRETARIS Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Abd Radjak BM Radjak, SH keberatan dengan istilah ‘kotak kosong’ yang disampaikan Rusdi Mastura sekaitan usulnya agar Akhmad Ali (AA) berpasangan dengan Hidayat Lamakarate (HL). Menurut Cudi, bisa jadi apabila AA–HL duet, maka memungkinkan pasangan itu akan melawan kotak kosong.

Menurut Ata, pernyataan Cudi antitesa dengan kiprahnya selama ini yang membangun Sulteng berdarah-darah untuk sebuah demokrasi. Sebagai politisi senior, lanjut Ata bahwa Pilkada gubernur dan wakil gubernur Sulteng periode 2020-2024 mendatang sirine kematian demokrasi akibat kanalisasi aspirasi rakyat.

“Banyak figur dan politisi generasi lapis kedua Kak Cudi siap membangun Sulteng. Tidak tepat kalau dipersepsikan apabila Mat Ali pasangan dengan Hidayat Lamakarate, lantas tidak ada calon lain yang berani tanding. Saya harus menstresing agar tidak menjadi preseden buruk bagi demokrasi di daerah ini,’’ ujarnya.

Berikut kutipan komentar Ata Radjak, nama akun media sosial facebook Sekretaris Demokrat itu menulis.

“Saya harus menstresing penggalan kata kak cudi "AA-HL akan melawan kotak kosong demi sulteng", ini preseden buruk buat demokrasi kita. sebagai politisi senior yg membangun demokrasi dengan berdarah darah di Sulteng statemen kak cudi antitesa dari kehidupan demokrasi..melawan kotak kosong adalah matinya kanalisasi aspirasi rakyat dalam kehidupan demokrasi..sangat disayangkan..#Cak Ando Wibisono.’’

Sontak saja, sebuah akun Ashar Hasyim menimpali, “Lawan kotak kosong AA pun tetap kalah,’’  tulisnya. **  

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN