DPC PDI-P Palu Terpending, Sigi Dipimpin Umar Lagi



Reportase/editor: Ramdan otoluwa/firman lawawi

HASIL Konfercab se Sulteng sekaligus Konferda PDI-P salah satunya kembali menetapkan KSB DPD PDIP Sulteng, Muharram Nurdin sebagai ketua. Sekretaris Jannes Matindas Rumambi dan bendahara Sri Indraningsih Lalusu. Sedangkan untuk DPC Kota Palu masih terpending alias belum ditetapkan. Sedangkan untuk Kabupaten Sigi, ketua Moh Umar, sekretaris Alia Alidrus dan bendahara Niko B Alo. Demikian keterangan diperoleh dari arena Konfercab dan Konferda partai besutan Megawati itu di Palu kemarin (18/07/2019).

Ketua DPD PDIP Sulteng, Muharam Nurdin mengungkapkan bahwa, forum Konferda merupakan siklus lima tahunan dan momentum yang strategis untuk melakukan evaluasi, serta kristalisasi terhadap para kader di periode berikutnya. Periode 2015-2020 telah membentuk badan penanggulangan bencana, Bapilu dan badan-badan lain yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan partai.

Hingga saat ini, PDIP Sulteng siap memberikan bantuan hukum secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. DPD PDIP dengan tegas memberikan punishment atau hukuman terhadap kader yang melakukan pelanggaran, seperti pencabutan KTA/identitas. Seperti yang terjadi terhadap kadernya, Torki dan Israfil Malinggong. Pada Pileg 2019 DPD PDIP Sulteng masih tetap mempertahankan enam kursi di DPRD Sulteng.

Sementara, Bendahara Umum DPP PDIP, Rudianto Tjen merasa bangga serta mengucapkan rasa terima kasihnya terhadap kader PDIP Sulteng atas terlaksananya kegiatan tersebut. Dia juga berharap kepada DPD PDIP pada periode berikutnya, dapat meningkatkan perolehan kursi di Kabupaten Toli-Toli dan Sigi. Serta meminta kepada DPD PDIP untuk bersama- sama berjuang dalam periode berikutnya baik Pilkada maupun Pilpres.

Dengan kemenangan PDIP di Pilpres dan Pileg 2019, dia berharap agar eforianya tidak berlebihan. Melainkan terus melakukan evaluasi dan berbenah diri. Daerah yang menang, diharapkan terus meningkatkan prestasinya. Sementara yang belum berhasil agar senantiasa melakukan inovasi.

Karena menurut Rudianto Tjen, kedepannya tantangan diperiode berikutnya semakin berat. Sehingga PDIP mempercepat kongres. Hal itu bertujuan untuk menyusun kekuatan pada pilpres mendatang. Dengan terpilihnya Jokowi dua periode ditahun 2019, maka pada periode 2024, PDIP perlu perlu melakukan regenarisasi total dalam mengusung calon berikutnya.

Tahun 2020 mendatang,  merupakan momentum pilkada di 7 daerah sulawesi tengah. Dia berharap agar seluruh kader bekerja keras dan bergotong royong untuk memenangkan partai. Ditegaskannya, adanya pergantian pemimpin di DPD,  bukan sebuah  persaingan.  Melainkan untuk memperkuat soliditas kader dalam mencapai visi dan misi PDIP yang kuat.

Ditambahkannya, dalam penyusunan kabinet pengurus DPC agar mengutamakan keterwakilan anak daerah. Dimana mereka lebih mengenal kondisi wilayahnya. Akan tetapi tidak menutup pintu bagi para kader yang berasal dari luar daerah. Rudianto Tjen berharap agar dengan terlaksananya Konfercab dan Konferda, dapat memperkuat organisasi PDIP di tingkat DPC maupun DPD.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN