Driver Ojek Online Demo, Tuntut Mundur Managemen



Reporter: Yohanes Clemens

SEJUMLAH Driver ojek online (ojol) Grab yang tergabung dalam Komunitas Patriot, Senin, 8 Juli 2019, mendatangi Kantor Grab Palu di Jalan Sam Ratulangi. Kedatangan para driver mempertanyakan regulasi  pengurangan insentif yang tak kunjung ada solusi dari pihak manajemen Grab Driver Center (GDC) atau Kantor Grab Palu. Pantauan media ini, para driver juga menempelkan kertas karton berisi dua poin aspirasi yakni, permintaan mengganti manajemen GDC Palu dan mengembalikan skema insentif keregulasi yang lama.

Kedatangan para driver mengundang perhatian masyarakat pengunjung yang ada warkop samping Kantor Grab itu. Hal tersebut diakibatkan, penyampaian aspirasi para ojol sempat menimbulkan ketegangan antara driver dan pihak manajemen GDC Palu.  Beruntung ketegangan tidak berlangsung lama setelah ditenangkan beberapa perwakilan masyarakat.

"Pengurangan insentif yang dikeluarkan pihak manajemen Grab sangat merugikan driver. Pendapatan driver berkurang drastis hingga mencapai 60 persen. Ini sistem bisa diatur, kan manusia yang bikin, harusnya dirubah biar tidak merugikan teman-teman driver," kata Rudy selaku Pembina Komunitas Patriot Mitra Grab Palu.

Sehingga, Rudy menegaskan, jika manajemen GDC Palu tidak bisa melakukan intervensi ke pusat untuk memberlakukan kebijakan berdasarkan area, maka harus dilakukan pergantian secara menyeluruh. Nama besar Grab saat ini menurutnya tidak terlepas dari kinerja mitranya yaitu para driver.

“Melalui teman-teman pers kami juga berharap agar aspirasi ini bisa sampai ke manajemen Grab pusat lewat pemberitaan. Kami yakin setelah membaca berita teman-teman dan mereka (manajemen pusat) merasa punya tanggungjawab pasti akan mengambil langkah perbaikan sistem,” tandas Rudy.

Sedangkan, dikesempatan lain Penanggungjawab (PIC) Grab Kota Palu Ismail mengatakan pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak dalam memenuhi permintaan tersebut. Itu karena regulasi terkait insentif merupakan kebijakan manajeman Grab pusat.

Ismail menjelaskan, pihak kami hanya bisa memperbaiki hal-hal teknis dengan mengusulkan dari manajemen Grab Palu. Dan yang bisa kami bantu, kata Dia, terkait titik penjemputan orderan yang terlalu jauh dan jam buka tutup marchand.

"Sedangkan, terkait aspirasi harus dilakukan penggantian manajemen Grab Palu, para driver disilakan bersurat ke pusat. Penggantian bisa dimungkinkan apabila ada alasan yang jelas dan mendasar.

Harus ada alasan, kalau persoalan insentif pasti ditolak karena itu kebijakan dari pusat. Tapi kalau soal yang lain, misalnya ada perlakuan yang tidak menyenangkan, baru bisa diminta penggantian manajemen atau person. Makanya saya menilai tuntutan mereka (driver) tidak masuk akal, saya sudah minta dicabut,” urainya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN