Eki Juga Akan Disuap Rp2 M



Reporter: firmansyah lawawi

MENCUATNYA Dugaan ‘penyuapan’ dari PT Global Daya Manunggal (DGM) kontraktor pengerjaan jembatan IV yang ambruk saat gempa bumi 28 September 2018 silam pun diakui Ikbal Andi Magga SH kepada wartawan. Ditemui di kantor DPRD Palu (1/7/2019) mengaku bahwa polemik suap oleh PT GDM pernah terjadi pada masa kepemimpinanya sebagai Ketua Dekot lalu.

Dirinya pernah ditawarkan uang Rp2 miliar. “Memang pernah saya ditawarkan Herman dari  DGM sebanyak dua miliar rupiah. Untuk meloloskan agar utang jembatan IV tersebut dibayar. Namun saya menolak. Karena dasar yang akan dibayar, sudah ada dalam RAB, selebihnya tidak ada dasarnya untuk pembayarannya,’’ jelasnya.

Mantan ketua DPRD yang kini Anggota Komisi A tersebut membeberkan bahwa tuntutan DGM dalam pembayaran atas hutang pembangunam jembatan IV, karena adanya eskalasi atau kenaikan harga rangka baja jembatan. “Alasanya kenaikan atau eskalasi terhadap rangka baja sesuai RAB. Sementara tidak ada keputusan Menteri Keuangan terkait adanya kenaikan harga baja saat itu. Karena landasan atau barometer dalam kenaikan harga barang adalah keputusan atau SK Menkeu,’’ tandasnya.

Wawancara Ekslusif " Cudi Bicara Polemik Jembatan Palu IV"

Seharusnya kata Eky sapaan akrabnya, masih ada upaya hukum yang masih bisa ditempuh dalam menggugat DGM atas tuntutanya di pengadilan terkait pembayaran utang jembatan IV Pemkot. Karena putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) tidak  bersifat yudisial atau mengikat.

“Masih ada upaya hukum untuk menggugat perusahaan tersebut. Karena keputusanya belum final. Ada peninjauan kembali terhadap kasusnya. Apa urgensinya jembatan itu dibayar. Belum lagi jembatanya sudah rubuh,’’ pungkasnya.

Sementara, pada tahun 2006 lanjut Eky, jembatan IV tersebut telah lunas pembayaranya. Sesua RAB. Dengan nilai Rp57 miliar. ‘’Menurut mantan Kadis PU Palu, setelah saya mintai keteranganya,  kontrak antara Pemkot dan DGM 100 persen telah selesai dibayar," jelasnya.

Menjawab pertanyaan stetment salah seorang anggota DPRD terkait isu aliran dana jembatan IV yang diduga mengalir ke legislator Dekot, Eky menyatakan tidak mengetahui hal tersebut. ‘’Saya tidak tau untuk sekarang ini. Kalau dahulu, saya pernah ditawarkan. Namun saya menolaknya. Mereka meminta untuk melakukan pembayaran jembatan IV. Nanti ada pembagian fee, maaf saja, " tegasnya.

Sekaitan semakin panasnya berita mengenai dugaan uang suap Rp.2 M dari pembayaran klaim jembatan IV, di tempat yang sama, salah seorang anggota DPRD kota, Ridwan Alimuda mendukung penyelidikan terkait hal menjadi polemik tersebut. ‘’Saya mendukung penyelidikan dugaan aliran dana di DPRD Palu. Sehingga masyarakat mengetahui apakah memang sebagian anggota DPRD yang  dicurigai menerima uang suap itu terungkap, " cetusnya.

Ditegaskanya, jika terbukti hal tersebut benar adanya, Ridwan Alimuda mempersilahkan untuk dilakukan pengusutan dan menangkap siapa saja yang menerima uang haram. Akan tetapai, bila memang hanya isu belaka,  tentunya pemberi informasi juga harus diminta pertanggungjawabanya, dari mana sumber isu diperoleh.

‘’Jika memang ini tidak benar, berarti ini juga merupakan salah satu pencemaran nama baik anggota DPRD kota palu. Tentunya harus diselesaikan secara hukum pula, sehingga menampik berita yang beredar di warung kopi. Seakan anggota DPRD Palu periode 2014/2019 dalam akhir jabatanya menerima suap," tandasnya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN