Gubernur dan Kapolda Baku Bantah


Reportase : Ikhsan madjido/firmansyah

ADA Yang menarik ketika Gubernur Longki Djanggola datang sendiri ke Mapolda Sulteng menanyakan laporan pengacaranya dan pejabat pemprov yang dia kuasakan 20 Mei 2019 lalu. Gubernur yang sampai di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polda, tiba-tiba langsung didatangi Kapolda Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto. Kapolda mungkin memperoleh laporan bawahannya ada Gubernur di ruang SKPT. Orang nomor satu di Polda langsung masuk dan nampak berbicara dengan Longki Djanggola.

Menurut keterangan yang berada di dalam ruangan, Ketua Gerindra Sulteng itu menuntut keadilan atas perlakuan oknum anggota DPRD Sulteng yang juga kader partai Nasdem YB dengan cara menyebarkan ‘desain koran mercusuar editan’ ke grup grup washApp bahwa dirinya membiayai People Power di Sulteng. Kasus itu sudah sejak 20 Mei lalu pihaknya adukan ke Polda. Namun hingga Jumat (5/7/2019) ia harus datang kembali meminta penjelasan dan membuat laporan polisi kembali.

‘’Pak gubernur sempat menegaskan meminta keadilan. Dimana kendala laporannya? Pak gubernur membandingkan dengan kasus yang sama soal informasi hoaks tapi cepat penanganannya,’’ tutur Asisten 3 Setdaprov DR Elim Somba ke wartawan.

Terlebih ketika Kapolda menyebut bahwa sudah 17 saksi diminta keterangan, Gubernur langsung menyela,’’Kalau sudah 17 orang saksi diperiksa apa belum cukup bukti? Kam ada bukti copi WAG. ‘’Ya Pak tapi masih akan dilidik dulu,’’ timpal Kapolda.

Pimpinan Redaksi Harian Mercusuar Tasman Banto pun membenarkan apa yang diutarakan Elim Somba. Kata Tasman, intinya Pak gub meminta keadilan dan sangat tegas depan Kapolda. ‘’Saya pun kecewa karena Mercusuar sebagai pihak yang dirugikan masalah ini tidak diterima laporannya. Malah hanya jadi saksi dari laporan gubernur.

Padahal kami pihak sendiri sendiri yang juga dirugikan karena koran Mercusuar didesain pihak tertentu dengan judul yang merugikan nama gubernur. Kami pihak yang juga dirugikan tapi laporan kami malah ditolak,’’ tandas Tasman.

Sekira 45 menit di ruang SKPT, gubernur dan kapolda keluar dan berjalan bersama menuju Direskrimsus. Ketika memberikan keteranagn ke pers Kapolda Lukman meminta semua pihak agar menunggu proses penyidik. Ia pun tidak ingin mengintervensi jalannya penyelidikan. ‘’Semua sama di mata hukum,’’ tandasnya.

Apanya yang kurang dari laporan penyebaran ujaran kebencian gubernur? ‘’Tanya ke penyidik lah kan. Jangan nanti saya dituduh intervensi lagi,’’ tutup Kapolda Sulteng sambil berlalu.**

SEKIRA Pukul 10.00 wita Gubernur Sulawesi Tengah mendatangi Mapolda untuk membuat laporan polisi sekaitan dengan dugaan berita bohong (hoaks) yang disebarkan oleh oknum anggota DPRD Sulteng inisial YB. Kedatangan Longki juga meminta penjelasan atas aduan pihaknya sebelumnya tanggal 20 Mei 2019 lalu dengan kasus yang sama.

Longki datang dengan mengendarai mobil Alphard seri terbaru dengan mengenakan baju batik bomba.

Sebelumnya, di sekitaran Jalan Sam Ratulangi depan Mapolda sejumlah pimpinan redaksi dan jurnalis sudah menanti kedatangan orang pertama Sulteng untuk datang melapor langsung. Nampak Kepala Biro Humas dan Protokol Abd Haris Kariming, sejumlah pengacara gubernur dan staf Biro Humas dan protokol Setdaprov.

Saat ini, gubernur didampingi pengacaranya di ruang pelayanan masyarakat Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polda Sulteng. **

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN