IPCC Submit Artikel Internasional



Reporter: Yohanes Clemens

International Publication and Collaborative Center (IPCC) Universitas Tadulako (Untad), Selasa, (2/7/2019) melakukan submit sebanyak 21 artikel ke jurnal internasional bereputasi secara serentak.

Proses submit artikel-artikel tersebut secara simbolis dilakukan oleh Rektor Untad, Prof Dr Ir H Mahfudz MP, yang didampingi Penanggung Jawab IPCC Untad, Prof Dr Ir H Muh Basir Cyio, SE, MS, Koordinator IPCC Untad, para Wakil Rektor, serta unsur-unsur  pimpinan Lembaga dan Fakultas di lingkungan Untad.

Penanggung Jawab IPCC Untad, Prof Dr Ir H Muh Basir Cyio menjelaskan, peningkatan jumlah publikasi internasional merupakan perintah langsung Menteri kepada Rektor. Hal ini karena salah satu ukuran kinerja Rektor adalah jumlah publikasi internasional yang dihasilkan oleh perguruan tinggi bersangkutan.

"Ini Pak Rektor beri amanah kelola artikel-artikel, yang diharapkan bisa terbit dijurnal internasional bereputasi. Bereputasi itu artinya jurnal yang tidak diragukan kualitasnya, jadi kalau terbit disitu, berarti tulisan itu Ok, penulisnya juga ok, bukan ecek-ecek," ujar Prof Basir Cyio.

Sehingga, kata Prof Basir Cyio, dengan submit artikel secara serentak tersebut, diharapkan dapat meningkatkan dorongan para pimpinan Fakultas dan Lembaga di Untad kepada para dosen untuk meningkatkan jumlah tulisan ilmiah yang bereputasi internasional.

“Masa kita cita-citanya menjadi world class University tapi biar satu tulisan internasional tidak ada, berarti satu di antara indikatornya adalah publikasi internasional,” jelas Prof Basir.

Olehnya, Ia juga menekankan bahwa IPCC siap memfasilitasi para dosen terkait hal itu. Bahkan jika mengalami kendala misalnya dalam penggunaan bahasa Inggris, Prof Basir menyebutkan IPCC siap menanganinya.

“Kendala kita biasanya pada keterbatasan bahasa Inggris. Nah, IPCC ini siap menangani. Cukup menulis dengan bahasa Indonesia, yang penting kontennya mantap dan kaidah-kaidah ilmiahnya terpenuhi. Tugas IPCC ini yang memfasilitasi,” urainya.

Untuk kepentingan Universitas, tambah Prof Basir, salah satu yang dilakukan FMIPA dan Tehnik, melalui konfrens lalu diterbitkan di terindeks kopus. "Kalau jumlah penulis itu ada 63 penulis, tapi untuk yang ke jurnalnya 56. Dan itu semua akan menggangkat harkat dan martabat perguruan Tinggi. Jadi rangking-rangking di universitas, salah satu yang menentukan ini, berapa publikasi internasional," ucap Prof Basir.

Olehnya, lanjut Prof Basir, jika yang terbit ini, ditambah dengan yang konvrens, saya yakin, ini kalau posisi 70an itu ada untuk tahun ini. Kalau tehnik juga terbit itu melampaui target. Jadi targetnya pak rektor dalam visi-misinya itu 125 publikasi internasional. Kami yakin asal teknik terbit, ditambah saat ini, tambah IPCC, Mandiri, itu Insyaallah melampaui target pak rektor, yang sudah dilaporkan ke pak Menteri," tandasnya.

Sedangkan, Rektor Untad, dalam arahannya, menekankan bahwa peningkatan publikasi internasional oleh para dosen di Untad merupakan suatu hal yang mesti dilakukan. Olehnya, rektor meminta kepada para pimpinan Fakultas dan Lembaga khususnya Lembaga Penelitian (Lemlit), agar lebih intens dalam mendorong para dosen melakukan publikasi. Hal ini kata Rektor, untuk mengejar kesesuaian rasio antara jumlah dosen di perguruan tinggi dengan jumlah publikasi yang dihasilkan.

“Sebab, tantangannya ada di rasio publikasi dan dosen yang dihitung, mungkin yang paling ideal adalah 1 banding 5, artinya untuk 1 jurnal ada 5 orang sebagai tim yang menyusunnya. Mudah-mudahan keberadaan IPCC ini dapat semakin membantu kita,” imbau Rektor.

Prof Mahfudz menilai, dengan adanya tambahan 21 artikel yang di-submit melalui IPCC tersebut, dapat membantu tercapainya jumlah publikasi yang ditargetkan oleh Untad pada tahun ini ketika disampaikan kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, yakni sebanyak 125 publikasi dalam setahun.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN