Januari-Juli, 997,68 Gram Shabu Diamankan

BNNP Sulteng Rilis pengungkapan Narkotika
Reporter: Yohanes Clemens

BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Januari-Juli 2019 (bulan berjalan) telah menggungkap dan memberantas kasus narkoba. Dari kasus tersebut diantaranya 26 kasus narkotika yang melibatkan 40 orang tersangka.

"Barang bukti yang telah disita oleh BNN Se-Sulteng yakni, Shabu sebanyak 997,68 gram, pil THD seebanyak 2000 butir,"  kata Kepala BNNP Sulteng, Drs Suyono, Senin, 15 Juli 2019 dikantor  BNN Sulteng kepada sejumlah media.

Dengan demikian, kata Suyono, BNN Se-Sulteng terus mengupayakan pemberantasan dengan sebaik-baiknya agar mampu menurukan supply narkoba.  Langkah pemberantasan, jelas Suyono, tidak akan menghasilkan dampak yang signifikan jika tidak diimbangi dengan demand reduction atau pengurangan permintaan narkoba melalui langkah pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

"Untuk pencegahan, BNNP Sulteng terus melakukan Diseminasi Informasi berupa sosialisasi Bahaya Narkoba ke berbagai lapisan masyarakat mulai dari Intansi Pemerintah, Instansi Swasta, Kelompok Organisasi Masyarakat, Instansi Pendidikan dan Perguruan tinggi, serta kelompok-kelompok masyarakat," ujar Suyono.

Drs Suyono, melanjutkan, adapun kelompok masyarakat yang mendapatkan pengembangan kapasitas adalah LSM / NGO yang bekerja di wilayah rawan pasca bencana dan penggerak keluarga di wilayah rawan seperti Tatanga, Petobo, Kayumalue dan Pantoloan dengan jumlah peserta 30 orang.

"Untuk itu, dalam rangka upaya penyelamatan para penyalahguna dari jeratan narkoba, BNNP Sulteng bekerja sama dengan Rumah Sakit dan Puskesmas telah memiliki 33 lembaga di seluruh provinsi Sulteng untuk menjalankan program rehabilitasi rawat jalan dan 3 lembaga yang menjalankan rehabilitasi rawat Inap.

Saat ini juga terdapat 86 Desa yang telah berkomitmen dan didorong untuk menjadi Desa Bersinar. BNN Se Sulteng, akan jadi peggerak bagi mereka dalam menjalankan programnya, dengan menggunakan anggaran dana desa yang menurut kementerian Desa dapat digunakan seoptimal mungkin memerangi narkoba," pungkasnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN