Jatam Desak Usut Perusahaan Tambang Pencemar Danau Tiu Morowali


Jatam Sulteng menggelar aksi untuk meminta Polda Sulawesi Tengah untuk mengusut Tuntas dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh beberapa perusahaan tambang di Danau Tiu

Reporter: Ikhsan Madjido

Tercemarnya Danau Tiu dengan lumpur mengakibatkan ancaman akan hilangnya mata pencaharian masyarakat di tiga desa di Kecamatan Petasia Barat Kabupaten Morowali. Aktivitas beberapa perusahaan tambang di wilayah itu juga mengancam keberadaan danau sebagai destinasi wisata.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng meminta Polda Sulawesi Tengah untuk mengusut Tuntas dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh beberapa perusahaan tambang di Danau Tiu.

“Kami juga meminta kepada Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawei Tengah untuk segera membentuk kelompok kerja (POKJA) atas pencemaran danau ini,” kata Koordinator Lapangan Jatam, Moh Taufik, saat aksi damai di Palu, Rabu (31/7/2019).

Jatam menilai, pencemaran yang dilakukan oleh beberapa perusahaan tambang di danau tiu patut kita duga telah melanggar, Pasal 98 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009  Tentang Pengelolaan dan Perlindungan lingkungan Hidup, yang meneyebutkan Setiap orang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambient, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama sepuluh tahun  dan denda paling sedikit Rp. 3.000.000.000 dan paling banyak Rp.10.000.000.000”. sehingga bagi kami pencemaran danau tiu, adalah bagian dari tindak pidana lingkungan sesuai dengan penejelasan Pasal 98 UU Nomor 32 Tahun 2009.

Bukan hanya itu, pencemaran Danau Tiu sebenarnya patut juga diduga telah menimbulkan kerugian bagi pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurut Taufik, pada tahun 2016 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, melakukan upaya restocking (penebaran) bibit ikan di Danau Tiu dengan total 90 ribu ekor, dengan jumlah 45 ribu ekor untuk jenis ikan mas dan 45 ribu ekor untuk jenis ikan nila, yang didatangkan dari balai beni sentral di desa kalawara kabupten sigi dan balai benih desa tonusu kecamatan pamona timur kabupaten poso untuk melakukan restcoking di Danau Tiu, yang di anggarkan lewat APBD.

Upaya restcoking ini dilakukan  pada perairan danau tiu karena masyarakat yang menggantungkan hidupnya di danau yang memiliki luas 11 ribu hektare, mulai merasakan adanya penurunan populasi ikan di danau tiu. Sehingga dilakukan salah satu  upaya restcoking oleh Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2016.  ***

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN