Jembatan V Lalove Resmi Dibangun

Jembatan Palu V 'Lalove'

Reporter: Firmansyah Lawawi

PEMERINTAH Kota Palu membangun akses baru Jembatan V Lalove senilai Rp43 milyar. Jembatan yang membelah sungai Palu ini menghubungkan Kelurahan Nunu Kecamatan Tatanga dan Kelurahan Birobuli Utara Kecamatan Palu Selatan.

Walikota Palu Hidayat dalam sambutannya saat peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut, pada Rabu (10/7/2019) menamai jembatan tersebut dengan salah satu alat musik tiup tradisional suku Kaili, Lalove.

Hidayat mengungkapkan rancangan kontruksi Jembatan V menyerupai alat musik tiup tradisional masyarakat Kaili Lalove, sejenis seruling.
Wakil Walikota Sigit Purnomo Said Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Lalove

"Saya melihat rancangan Jembatan V seperti Lalove. Jika kedepannya ada kesepakatan antara tokoh-tokoh yang ada di Kota Palu, saya memberikan saran nama kepada Jembatan V, dengan sebutan Jembatan Lalove. Karena diujung jembatan tersebut modelnya seperti serulingnya orang Kaili," ujarnya.

Master Plan rencana pembangunan jembatan V, telah diselesaikan pada tahun 2017 hingga 2018. Tahun 2019 direalisasikan pembangunanya. Begitu pula dengan pembebasan lahannya, 2017 di jalan Anoa dan 2018 di jalan Jati.

"Seandainya pembangunan jalan di bantaran sungai Palu bisa terealisasikan. Saya sangat berharap agar Hotel, Apartemen, Mall dibangun berjejer di sepanjang sungai ini, akan terlihat indah kota Palu. Ditambah lagi pembenahan Teluk Palu," terangnya

Wali kota berharap dengan pembangunan jembatan V bisa berjalan dengan lancar dan tepat waktu. "Saya berharap bukan hanya manfaat dari jembatan V ini yang kita rasakan. Namun kualitas infrastruktur  maupun nilai estetikanya juga harus diperhatikan oleh kontraktor pembangunan jembatan V," paparnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Palu, Iskandar Arsyad mengungkapkan bahwa anggaran pembangunan jembatan V senilai Rp.43 Milyar. Dengan kontrak mulai pengerjaan tanggal 17 Juli. Batas akhir kontrak pengerjaan selama 180 hari. Tertanggal  13 Desember 2019. Masa pemeliharaan selama setahun, tanggal 13 Desember 2020.

"Nilai paket HVS pembangunan jembatan V sebelumnya berjumlah Rp.49 Milyar. Setelah melalui tender oleh pihak UKPJJ, serta dilakukan penawaran. Akhirnya turun hingga 13 persen. Senilai Rp.43 Milyar lebih. Namun masih dalam batas keuntungan yang normal. Sebanyak 10 persen," jelasnya.

Kontraktor pembangunan jembatan V kata Iskandar Arsyad, dilaksanakan oleh PT.Bumi Persada, merupakan kontraktor nasional.

Iskandar Arsyad menjelaskan bahwa design jembatan tersebut, sangat sederhana. Namun tetap menggunakan kontruksi tahan gempa.

Secara tehnis, lanjut Kadis PU, tiang pancang atau pilar  jembatan V, tidak berada di tengah sungai. Namun didirikan di pinggiran. "Tiang pancang baja jembatan V, akan didirikan di daratan. Bukan di dalam sungai," sebutnya.

Jembatan V memiliki panjang 100 meter. Media  Penghubung antara jembatan dan jalan dua kali 150 meter. Dengan lebar 12 meter. Terdiri dari lebar jalan 10 meter. Sementara tinggi jembatan dari permukaan air sungai 6,5 meter.

Untuk tanggul di seputaran pembangunan jembatan V lanjut Iskandar Arsyad, akan diperkuat menggunakan sift fail baja sepanjang 50 meter. Sehingga tanggul tersebut aman dari terjangan air sungai.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN