Koperasi Syariah Kekuatan Alternatif Keuangan Mikro



Sumber/editor: Humpro Sulteng/Ikhsan Madjido

SEBAGAI Negara dengan mayoritas jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, sudah selayaknya menempatkan Indonesia sebagai sentra ekonomi syariah dunia.

Selain itu, Indonesia juga selayaknya ditempatkan sebagai pusat studi, riset dan role model bagi negera-negara lainnya yang ingin menerapkan sistem ekonomi syariah.

Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Richart Arnaldo SE, MSA, mengungkapkan hal tersebut saat membuka seminar regional yang mengangkat tema Koperasi Syariah Sebagai Kekuatan Alternatif Lembaga Keuangan Mikro di Sulawesi Tengah bertempat di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (11/7/2019).

Gubernur menilai kelebihan dan potensi sistem ekonomi syariah yang diusung oleh bank-bank syariah, telah membuktikan sanggup bertahan dari gejolak krisis moneter pada tahun 1997.

“Dengan kata lain, sistem tersebut menawarkan solusi yang realistis dan reliabel, dalam rangka menghadapi fase baru liberalisasi ekonomi global di Indonesia,” ungkap Richard mewakili gubernur.

Meskipun perkembangan ekonomi syariah dewasa ini cukup signifikan dan menjanjikan, lanjut Richard, namun masih perlu peningkatan pada peran ekonomi syariah, baik di sektor perdagangan, perbankan, asuransi, investasi termasuk koperasi dan lain-nya, khususnya dalam menerangkan faedah dan keunggulan ekonomi syariah dibandingkan ekonomi konvensional kepada masyarakat.

"Untuk itu, saya mengharapkan para pelaku ekonomi syariah, kiranya berperan sebagai aktor utama dalam melindungi sendi-sendi perekonomian masyarakat, dengan ikut mempromosikan keutamaan prinsip-prinsip ekonomi Islam dan syariah yang sangat tegas menolak dan mengharamkan riba atau bunga, serta dapat bersinergi dengan asas kekeluargaan dan koperasi yang menjadi ciri khas ekonomi Pancasila,” kata  Richart Arnaldo.

Dengan hadirnya koperasi syariah, akan menjadi pondasi dalam memperkuat komitmen sistem perekonomian syariah pada lembaga keuangan mikro di Sulawesi Tengah.

“Komitmen tersebut antara lain memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat, pengelolaan simpanan, maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha," pungkasnya.

Seminar regional tersebut dilaksanakan oleh pusat inkubasi bisnis usaha kecil (Pinbuk) Sulteng dengan tajuk koperasi syariah sebagai kekuatan alternatif lembaga keuangan mikro di Sulawesi Tengah.**



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN