Lahay: Desa Bukan Obyek Tapi Subyek Pembagunan



Reportase/ampana: Yahya lahamu

BUPATI Tojo Una-Una Mohammad Lahay, SE, MM menegaskan posisi desa bukan lagi sebagai obyek atau sasaran pembangunan, tetapi harus sebagai subyek yang berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan. ‘’Hal tersebut  berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, memiliki peran strategis dan sentral dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan," kata Mohammad Lahay saat membuka bimbingan teknis (Bimtek) perangkat desa dan Badan Pemusyawarah Desa (BPD) di Kecamatan Ampana Tete, (15/7/2019) lalu.

Di samping itu, kata Bupati, desa juga tidak hanya menjadi fokus pembangunan, tetapi juga sebagai perancang pembangunan yang sesuai dengan potensi kebutuhannya. ‘’Bila diibaratkan sebuah wadah, desa dapat menjadi wadah berbagai macam upaya pembangunan lintas sektor dan lintas kementrian/lembaga," tutur bupati.

Orang nomor satu di Touna itu juga mengatakan, desa juga harus bisa menjadi filter untuk menyaring mana program atau kegiatan yang bermanfaat, sesuai potensi dan sesuai prioritas pembangunan setempat.

"Undang undang desa tentunya telah mendorong seluruh masyarakat desa berserta aparat pemerintah desa memiliki peran yang besar dalam melaksanakan pembangunan didesanya," tambahnya.

Olehnya, selaku pimpinan Bupati mengapresiasi adanya bimtek bagi aparat desa dan badan pemusyarawatan desa, karena kegiatan ini dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan sinkronisasi dan mengembangkan kerjasama serta bergotong royong untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa menuju Touna yang lebih sejahtera.

Hadir dalam pembukaan Bimtek Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Drs. H. Hasan Lasiata, M.Si, Sekretaris DPMD, Camat Ampana Tete, Kapolsek Ampana Tete, Danramil Ampana Tete dan seluruhan aparat desa dan BPD se Kecamatan Ampana Tete.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN