Mutasi Sejumlah Perwira Jadi Perbincangan Banyak Pihak

Ilustrasi
Reporter: YCN
  
Mutasi sejumlah perwira di jajaran Polres Palu, Sulawesi Tengah menjadi perbincangan sejumlah pihak. Perwira yang dimutasi dijajaran Polres Palu, melalui surat Telegram yang dikeluarkan oleh Polda Sulteng Nomor  KEP/232/VII/2019 tertanggal 24 Juli 2019. 


Salah satu nama yang disayangkan, dilakukan mutasi adalah AKP Holmes Saragih yang menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Palu akan diangkat dalam jabatan barunya sebagai Kasipasdal Subdit Dalmas Ditsamapta Polda Sulteng. 


Nama Kasat Reskrim tersebutlah yang menjadi perbincangan banyak pihak, salah satunya adalah Ketua Komnas HAM Sulteng Dedy Askari. Dimana menurut Dedy, mutasi terhadap Kasat Reskrim tidak tepat pada waktunya.


Dedy, dalam pres rilisnya, belum lama ini menjelaskan, bagi Komnas HAM Perwakilan Sulteng, pemindahan jika tidak hendak dikatakan Pencopotan Kasat Reskrim Res Palu yang sangat mendadak yang di lakukan oleh pimpinan Polri di Daerah ini.


Padahal, kata Dedy, ekspektasi publik atas kinerja Kasat Reskrim Res Palu cukup besar, sekalipun di semua Institusi peristiwa-peristiwa seperti ini, diargumentasikan sebagai sesuatu yang biasa, dalam rangka penyegaran atau untuk kepentingan promosi dan lain-lain.


"Mutasi dan Rotasi terhadap Pak Holmes, sangat kuat dugaan saya terkait erat keberanian dan keseriusan beliau dalam merespon terkait "kisruh" pembayaran Jembatan IV atau ada kasus-kasus besar lain yang lagi ditanggani," jelas Dedy.


Jika mengejawantakan apa yang Pak Kapolri katakan, anggota-anggota Polri yang Promoter sebagaimana yang digagas dan dirumuskan menjadi Visi Kapolri, dan wajib dijadikan rujukan setiap anggota Polri, adalah sosok-sosok yang berani, tegas, dan peofesional, seperti Pak Holmes ini yang dibutuhkan dalam membangun dan menata kelembagaan dan personil Polri," ujarnya.


Olehnya, lanjut Dia, jika dugaan saya ini mengandung kebenaran, sebagai institusi yang cukup berinteraksi dengan Polri, Komnas HAM sangat menyayangkan respon internal Polri, yang dalam waktu yang hampir bersamaan beliau benar-benar serius mengusut adanya "aroma meraup rente" dalam kaitannya dengan pembayaran jembatan Palu IV yang beberapa waktu terakhir menjadi polemik diberbagai media dan ditengah-tengah masyarakat, hemat kami ini adalah karakter asasinasion (bembunuhan karakter) bagi beliau.


Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, S,IK, Senin, 29 Juli 2019 menjelaskan, mutasinya anggota polri adalah sudah menjadi kewajiban, dan bukan hanya di Polres Palu, namun di Polres-Polres dan bahkan Polsek-Polsek lain juga demikian.


"Ini baru kita lakukan saat ini mutasinya. Sudah ada nama-namnya, cuman baru sekarang kita keluarkan itu. Mungkin waktunya saja selama ini yang kurang tepat," jelas AKBP Didik.


Untuk rencana mutasi, kata AKBP Didik, sudah lama dilakukan, namun baru dapat dikeluarkan. Jadi, jangan sampai ada wacana-wacana yang disangkutpautkan dengan kasus jembatan IV. ***

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN