Paliudju Masuk Daftar Remisi Khusus Gempa


LEMBAGA Pemasyarakatan Kelas IIA Palu, saat ini sedang menunggu Keputusan Presiden (Kepres), untuk memberikan remisi atau pengurangan masa tahanan khusus gempa. Kepres itu akan mengatur secara detail mengenai pelaksanaan pemberian remisi khusus gempa bumi tersebut.

Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Adhi Yanriko Mastur mengatakan, saat ini Kepres itu sedang dalam tahap pembahasan di Sekretariat Negara.

Remisi khusus itu bakal diberikan kepada warga binaan Lapas (Wabinpas) yang yang terdampak bencana gempa bumi tanggal 28 September 2018 lalu. Khususnya bagi Warbinpas yang menyerahkan diri dengan itikad baik sebelum batas 30 Oktober 2018.

"Kebijakan itu diambil sesaat setelah terjadi gempa bumi di Palu, Sigi, dan Donggala pada 28 September 2018 lalu," jelas Adhi, saat sosialisasi remisi khusus gempa kepada warga binaaan Lapas Palu, Rabu (3/7/2019) siang. Nantinya, remisi khusus gempabumi itu akan dikeluarkan melalui keputusan presiden (kepres).

Isi dari Kepres itu, kata Adhi sapaannya, salah satunya adalah pemotongan setengah dari masa pidana warga binaaan. Kepres tersebut juga akan memberikan grasi dan amnesti bagi warga binaaan yang divonis pidana seumur hidup.

Salah seorang Warbinpas yang namanya masuk dalam usulan penerima remisi khusus gempa bumi itu, ialah Mantan Gubernur Sulteng 2 periode, H Bandjela Paliudju. Pensiunan TNI yang menjabat pada 1996-2001 dan 2006-2011 itu, menerima sosialisasi remisi khusus gempa di Lapas Kelas IIA Palu.

Saat sosialisasi, H Bandjela Paliudju, yang juga pernah menjabat Ketua PKPI Sulteng itu, memastikan kepada Kepala Lapas Palu. Dia menanyakan, apakah semua warga binaan yang terdampak akan mendapat resmi tersebut, termasuk grasi dan amnesty.

"Kalau memperoleh itu (remisi, red), mudah-mudahan juga saya bisa dapat semacam itu (remisi, red)," harapnya.**

Sumber: tribunnews






Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN