Perlu Bijak Melihat Apa yang Disuarakan Penyintas



Reporter: Yohanes Clemens

SUDAH Sepuluh bulan berlalu bencana alam menimpa Sulawesi Tengah (Sulteng). Namun sampai saat ini, pasca kejadian itu, masih banyak korban bencana alam yang terlantar. Hal ini tentunya menjadi salah satu indikasi pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

Ketua Komnas HAM Sulteng Dedy Askary, saat ditanyai Kaili Post soal korban terlantar merupak bagian dari indikasi pelanggaran? Dedy mengatakan, bahwa itu juga 'Ia', tapi kan kemudian apa yang direspon oleh Pemerintah Daerah, baik Provinsi, Kabupaten, Kota ataupun Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) bukan hanya satu soal saja.

Olehnya, lanjut Dedy Askary, kita juga harus bijak melihat kelemahan atau kekurangan sebagaimana disuarakan oleh penyintas di beberapa titik dalam tiga ribu lebih itu.

"Tapi kan yang penyelenggara dalam hal ini Pemerintah Kabupaten, Kota, Provinsi, terus melakukan pembenahan. Dan organisasi, teman-teman media terus mendorong agar hak-hak penyintas yang tiga ribu dua ratusan orang yang meyebar di beberapa titik itu terus menerus dipenuhi," jelasnya.

Dedy menambahkan, walaupun dalam banyak peristiwa jarang kita gontok-gontokan dengan Pemda, tetapi sekali lagi kita harus bijak melihat semua itu.

"Dan untuk solusi soal hal itu adalah semua pihak terus menerus berbena diri dan semaksimal mugkin merespon hak dan tuntutan yang disuarakan oleh korban. Sedangkan untuk metode lain atau sekema lain saya rasa tidak ada," pungkasnya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN