RDTR Barometer Palu sebagai City For All


Sumber: Humas Pemkot Palu

RENCANA Detail Tata Ruang (RDTR) diharapkan sebagai barometer dalam penyusunan tata ruang di kota Palu pasca bencana alam. Sehingga menjadi visi berkelanjutan dalam menjadikan Palu sebagai kota untuk semua. Rancangan tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah kota, Asri saat memberikan di kegiatan konsolidasi awal dalam rangka Penyusunan RDTR Kota Palu, Kamis (11/7/2019) di Swissbell Hotel.

Dikatakannya, pelaksanakan konsolidasi awal dalam rangka penyusunan RDTR Palu pasca bencana sebagai tahapan penting bagi sebuah proses penyusunan dokumen RDTR Palu yang berperspektif kebencanaan. Hal itu, sesuai Instruksi Presiden Nomor 10 tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pasca Gempa Bumi Dan Tsunami Di Propinsi Sulawesi Tengah. Pemerintah diamanatkan untuk merevisi dokumen keruangannya. Dengan meletakan aspek mitigasi bencana sebagai mainstream dasar dalam pembuatan keputusan menyangkut tata ruang.

Penyelesaian dokumen RDTR dalam proses penyusunanya, diharapkan dapat melibatkan semua stakeholders yang dianggap memiliki informasi berharga. Untuk memperkaya substansi, maupun arahan pemanfaatan ruang di masa mendatang.

Eksistensi RDTR, merupakan penjabaran lebih rinci dari dokumen RTRW yang juga sedang berproses penyelesaiannya. Harapannya RDTR dapat mengatur secara lebih baik tentang pengaturan zonasi, serta mekanisme insentif dan disinsentif sebagai instrumen utama pengendalian pemanfaatan ruang.

Kota Palu pasca bencana, menyadari benar tentang pentingnya keberadaan RDTR yang berkualitas. Agar dapat mewujudkan tertib penyelenggaran ruang. Bukan hanya produktif dari sisi ekonomi, namun jauh lebih penting adalah dari sisi mitigasi kebencanaan. Sehingga investasi yang telah dikucurkan tidak menjadi hancur sia-sia. Karena bencana alam.

Sekot Palu berharap agar pelaksanaan konsolidasi awal tersebut akan mendapatkan umpan balik serta respon positif. Khususnya dalam  penajaman berbagai isu, permasalahan. Hal itu merupakan faktor penting dalam perumusan dokumen RDTR Kota Palu. Sehingga harapannya  berbagai perkembangan dan antisipasi permasalahan ruang di Kota Palu pasca bencana, lebih detail terakomodir dalam dokumen RDTR.

Lebih jauh Asri berharap dalam konsolidasi,  berbagai langkah dan kebijakan strategis menata kota Palu kedepan, lebih sensitif terhadap isu kebencanaan,  teknis pengaturan zonasi dan pertautan. Sehingga antar blok perencanaan bisa lebih menghasilkan nilai manfaat ruang yang optimal dan berkelanjutan dimasa mendatang.

Dia juga berharap agar semua peserta dapat menangkap aspirasi utuh masyarakat. Baik bersifat kritikan, maupun saran yang banyak beredar di sosial media dan berbagai catatan kritis diberbagai forum diskusi tentang keruangan dikota palu pasca bencana. 

“Hendaknya dapat diambil menjadi suatu masukan berharga untuk tim penyusun dan konsultan. Harapannya berbagai pikiran konstruktif dapat terus dikembangkan. Hingga prosesnya bergulir ke DPRD untuk ditetapkan sebagai peraturan daerah," ungkap Asri.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN