Sekdaprov Lepas Pahlawan Devisa ke Malaysia

Pemprov secara resmi melepas 23  pahlawan devisa ke  Malaysia, di Gedung Polibu, Senin (1/7/2019).

Sumber: Humpro Sulteng

GUBERNUR Sulawesi Tengah melalui Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Moh Hidayat Lamakarate, secara resmi melepas 23 orang pahlawan devisa ke Negeri Malaysia, di Gedung Polibu, Senin (1/7/2019).

Ke-23 orang pahlawan devisa dimaksud terbagi atas 16 orang ke Serawak melalui PT. Dada Graha yang akan dipekerjakan pada perusahaan pabrik kayu, sementara 7 orang lainnya akan ke Kuala Lumpur melalui PT. Tri Tunggal dan akan dipekerjakan di Kawasan Pertokoan Mall.

Gubernur berpesan agar para pahlawan devisa dapat bekerja dengan tekun, profesional dan mentaati aturan dan norma yang berlaku karena para pahlawan devisa tentu saja telah mendapatkan pelatihan dari perusahaan yang memberangkatkannya.

Lebih lanjut dikatakannya, kalau dilihat pada beberapa pemberitaan banyak tenaga kerja Indonesia yang bermasalah di luar negeri akan tetapi berdasarkan kenyataan banyak tenaga kerja Indonesia yang malah berhasil bahkan sukses bekerja hingga berpuluh-puluh tahun.

Sekdaprov Hidayat lamakarate mengambil contoh salah satu keluarganya yang bekerja di luar negeri dengan masa kontrak 2 tahun. Akan tetapi karena pekerjaannya yang bagus maka yang bersangkutan mendapatkan perpanjangan kontrak hingga puluhan tahun, bahkan perusahaan tempatnya bekerja sendiri yang mengurus perpanjangan kontraknya.

Yang terpenting lanjut Hidayat bagaimana kita mampu mencintai pekerjaan yang kita geluti karena dimanapun kita bekerja apabila kita mencintai pekerjaan tersebut dan bekerja secara ikhlas, disiplin, loyal dan jujur maka tentu saja kita akan berhasil.

"Saya memberikan apresiasi bahwa saudara merupakan orang yang terpilih, untuk itu bekerjalah dengan baik dan jagalah nama baik Sulawesi Tengah dan yakinkan pada perusahaan tempat saudara bekerja bahwa  mereka membutuhkan lebih banyak lagi tenaga kerja dari Sulawesi Tengah untuk dipekerjakan pada perusahaan nya," ujar Hidayat.

Senada, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Tengah Arnold Firdaus mengungkapkan tujuan kegiatan tersebut untuk menghilangkan paradigma bahwa tenaga kerja Indonesia keluar negeri sebagai pembantu rumah tangga, akan tetapi pada kenyataannya banyak tenaga formal yang telah dikirimkan oleh Indonesia khususnya Sulawesi Tengah yang akan dipekerjakan pada perusahaan industri dan tenaga formal lainnya.

Tujuan lainnya untuk mengurangi pengangguran terutama pasca terjadinya bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala.

Kadis Arnold menambahkan sejak 10 tahun terakhir pihaknya telah mengirimkan sebanyak 6.203 orang tenaga kerja secara resmi, pada bulan Januari hingga bulan Juni 2019  sebanyak 284 orang diantaranya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN