SMA 3 Palu Diprotes K5 Soal Atribut Sekolah, Mengapa?




Reportase: andono wibisono

TAHUN Ajaran baru 2019 adalah rezeki tahunan para penjual kaki lima (K5) atribut sekolah, dari TK hingga SMU. Termasuk di Palu dan daerah lainnya. Tapi, karena ada kebijakan sekolah melarang siswa baru membeli perlengkapan atribut di luar, hal itu mengundang protes para K5.

Sebut saja di SMA Negeri 5 Palu yang terletak di Jalan Dewi Sartika Palu Selatan. Tahun ini, menurut salah satu penjual atribut sekolah seperti dasi, topi dan lambang sekolah melarang membeli di luar sekolah. Karena menurut informasi, pihak SMA Negeri 3 Palu sudah menyiapkan. ‘’Katanya koperasinya sudah siapkan Pak,’’ tutur penjual yang sudah lama berkecimpung usaha tersebut.

Kepada wartawan kailipost.com, perempuan paruh baya itu sangat kecewa mengapa ada kebijakan tersebut. Padahal, selama ini bebas siswa barunya membeli atribut SMA Negeri 3 Palu di sekitar sekolah yang dijual K5.

Olehnya, ia bersama para penjual K5 berharap agar Kepala Dinas Dikjar Sulteng menegur pimpinan SMA Negeri 3 Palu yang tidak memberikan kesempatan pihak luar untuk memberikontribusi dan mengiatkan usaha kecil untuk mengais rezeki. ‘’Kami ini terdampak bencana, mengapa tidak diberikan kesempatan berjualan,’’ ujarnya memelas. **

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN