Terpilih Secara Aklamasi, Prof Basir Jadi Ketua Senat Untad

Prof Basir Cyio terpilih secara aklamasi sebagai ketua Senat melalui Rapat Senat UNTAD yang dilaksanakan di Conference Room, pada Rabu (17/7)


Reporter: Yohanes Clemens


Prof Dr Ir H Muhammad Basir Cyio SE MS terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Senat Universitas Tadulako (Untad), periode 2019-2023. Prof Basir Cyio terpilih melalui Rapat Senat UNTAD yang dilaksanakan di Conference Room, pada Rabu (17/7).

Dalam rapat senat dengan agenda pemilihan Ketua Senat tersebut, Prof Basir Cyio diajukan oleh sebagian besar anggota senat untuk menjadi calon Ketua Senat Untad. Dr Arifuddin Lamusa, salah seorang anggota Senat menyampaikan, dirinya mengajukan Prof Basir Cyio karena kapabilitas dan pengalaman yang dimiliki oleh Prof Basir Cyio.

Untuk itu, kata Dr Arifuddin, izinkan saya mengajukan Bapak Prof Basir sebagai Ketua Senat. Beliau saya ajukan karena kita butuh sosok berpengalaman. "Kita harapkan, Senat Untad ke depan dikawal dengan baik agar hal-hal yang dirumuskan dapat berkualitas,” ujar Dr Arifuddin. Hal senada juga disampaikan oleh beberapa anggota Senat lainnya.

Sedangkab, Rektor Untad, Prof Dr Ir H Mahfudz, MP, dalam kesempatan itu mengharapkan, Senat Untad periode 2019-2023 dapat bersama-sama dengan pimpinan lainnya untuk pengembangan Untad ke depan. Prof Mahfudz mengungkapkan, banyak hal yang akan disiapkan ke depan, termasuk Visi-Misi, Renstra, Statuta, dan produk Senat lainnya.

“Kita bersyukur Pak Prof Basir Cyio terpilih sebagai Ketua Senat. Karena Pengalaman dan yang paling penting kapasitas Beliau sangat kita butuhkan. Soal kapasitas akademik, Prof Basir tidak diragukan karena saat ini Beliau memiliki publikasi di jurnal internasional sebanyak 14 artikel dalam empat tahun terakhir dan ini tertinggi di antara 45 profesor UNTAD,” jelas Prof Mahfudz usai rapat senat.

Dalam pemilihan itu, Prof Basir Cyio terpilih secara aklamasi. Sebelumnya, akan dilaksanakan pemilihan karena ada dua calon lainnya yang mengajukan diri, yaitu Dr Ir Fadly Y Tantu MSc dan Prof Dr Djayani Nurdin MSi. Namun, saat akan dilaksanakan proses voting, Dr Fadly dan Prof Djayani mengundurkan diri, sehingga secara aklamasi Prof Basir Cyio yang diajukan oleh sebagian besar anggota Senat ditetapkan sebagai Ketua Senat Untad periode 2019-2023.

Sebagaimana diketahui, Prof Basir Cyio merupakan Rektor Untad periode 2011-2015 dan 2015-2019. Mantan Rektor yang dipilih menjadi Ketua Senat bukan yang pertama di Untad. Sebelumnya, Universitas Andalas juga mengamanatkan  kepada Prof Dr Werry Darta Taifur SE MA untuk menjadi Ketua Senat usai masa jabatannya sebagai Rektor, yang saat itu dilanjutkan oleh Prof Dr Tafdil Husni SE MA, akademisi Universitas Andalas yang juga berasal dari Fakultas yang sama, yakni Ekonomi. Selain Universitas Andalas, Ketua Senat Universitas Mataram juga dijabat oleh Rektor periode sebelumnya, yaitu Prof Ir Mansur Ma’shum PhD.

Roh di balik kenyataan seperti sangat baik karena yang dibutuhkan adalah sinergi, dan senat ini bukan tempat latihan pidato dan bukan tempat latihan berdebat.

“Maaf, banyak bicara bukan gambaran kualitas seorang akademisi bahkan bisa menjadi tanda-tanda ketidakmampuan yang ditutup dengan banyak bicara dan acting mirip pepesan kosong,” kata Dr Arifuddin Lamusa yang juga DAN III Taekwondo sekaligus Pelatih Taekwondo usai rapat Senat menyambung pernyataannya dalam Rapat Senat. ***

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN