Bupati Poso Dorong Desa Inspiratif Inovatif



Sumber/editor: Humas poso/andono wibisono
  
KABUPATEN Poso Sulawesi Tengah, terus mengejar cita-citanya. Lewat Bupati Darmin A Sigilipu, bercita-cita terus membangun desa-desa inspiratif inovatif untuk mendukung peningkatan kualitas pembangunan menuju desa mandiri.

Menurut Darmin, pemerintah pusat selama lima tahun terakhir mengucurkan dana sebesar Rp257 triliun yang telah dibagikan ke 74.957 desa di seluruh Indonesia. Tujuannya, untuk meningkatkan keterberdayaan desa dalam mengembangkan potensinya guna kesejahteraan seluruh masyarakat yang mendiaminya." 

Hal itu ditegaskan bupati ketika membuka Bursa Inovasi Desa (BID) 7 Agustus 2019 lalu. BID Cluster dua untuk Kecamatan Pamona Bersaudara dan Tampo Bada, dilaksanakan di Desa Wera Kecamatan Pamona Puselemba.

Sebelumnya Bupati Poso telah menghadiri 2 kegiatan di Desa Watuawu Kecamatan Lage dan Sekolah Alkitab Tentena. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Ir. H. Darwim Tandah, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Poso, Kadis Pertanian Poso Kadis P&K Poso, Sekretaris Dinas PMD, para camat dan Tripika Kecamatan Pamona Puselemba, para lurah, dan kepala desa, tokoh Agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan serta tokoh adat.

Kadis PMD Sulteng diwakili Darwin Tandah menyampaikan  bahwa UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, telah mengatur dua kewenangan khusus yang dimiliki desa. Yaitu: 1. Kewenangan berdasarkan Hak Asal Usul dan 2. Kewenangan lokal Skala Desa. Untuk mendukung Desa dalam pelaksanaan kedua kewenangan tersebut, pemerintah telah mengucurkan dana desa sejak 2015 hingga sekarang.

Disadari kapasitas desa dalam menyelenggarakan pembangunan dalam perspektif desa membangun masih terbatas. Tahun 2019 Program Inovasi Desa dilanjutkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan SDM dan kapasitas aparat desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan secara berkualitas.

BID yang dilaksanakan saat ini, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari model pengelolaan inovasi yang telah dikembangkan oleh Pemda Kab. Poso dalam mewujudkan Kab. Poso sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pertanian, perkebunan dan perikanan berbasis pada kearifan lokal. BID adalah bagian dari tahapan Program Inovasi yang ditujukan untuk membangun Komitmen, mencari inovasi yang belum terdikumentasi serta membagi informasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) yang dibutuhkan dalam mereplikasi sebuah inovasi, selain itu BID diharapkan akan menjadi solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif."

Bupati mengaskan program ini hadir sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa. Dengan memberikan banyak referensi dan inovasi pembangunan desa, yang diharapkan akan mampu memantik kreatifitas desa dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki. Terhadap upaya mengefektifkan perencanaan pembangunan desa, maka peran stakeholder perencana desa perlu mengembangkan wawasan yang inovatif. Salah satu contohnya; adalah belajar dari cerita sukses yang inovatif dari desa lain.

Melalui BID, lanjut Bupati Darmin tentunya dapat memacu desa - desa lain untuk melakukan hal yang sama, menggali potensi yang ada didalam menciptakan inovasi - inovasi desa yang bisa bermanfaat bagi masyarakat desa dan kemajuan desa itu sendiri. Yang terpenting dari kegiatan ini adalah bagaimana keberlanjutan dari hasil inovasi yang dilakukan desa untuk digunakan dalam masyarakat, sehingga BID ini dapat menghasilkan inovasi-inovasi terbaru yang mempunyai nilai ekonimis tinggi yang pada akhirnya akan menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Saling terbuka untuk menukar informasi dan pengalaman agar diperoleh terobosan baru yang lebih mampu meningkatkan kesejahteraan bersama".

Bupati menambahkan inovasi desa perlu dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Manfaatkan bantuan dana desa yang sudah dikucurkan pemerintah pusat. Banyak potensi yang sangat prospek untuk diinovasi guna meningkatkan nilai ekonomis. Teknologi ramah lingkungan, justru peluang terbesarnya berasal dari desa.

Kabupaten Poso yang punya banyak objek wisata, sangat menunjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan inovasi desa, maka akan tersedia suatu produk yang dapat dimanfaatkan orang banyak. Wisatawan yang tertarik dengan keindahan alam di Kabupaten Poso, akan lebih berkeinginan datang untuk melihat ataupun membeli produk yang dihasilkan oleh masyarakat desa sekitar tempat lokasi wisata".

Saat mengunjungi stan ekonomi, Bupati menyampaikan kepada para pendamping agar mencarikan pasar untuk tanaman nenas, sehingga budidayanya lebih dikembangkan, bukan hanya ditanam di lahan terbatas atau pekarangan rumah saja. Bekerjasama dengan toko-toko kue/aneka makanan yang memanfaatkan nenas sebagai bahan baku.

Dilaporkan Ketua Panitia banyak hal yang bisa kita promosikan di dunia luar mengenai keunikan Kabupaten Poso dengan berbagai macam pesonanya. Adapun panitia yang terbentuk, diambil dari perwakilan desa masing-masing kecamatan pelaksana BID.

BID Cluster kedua ini juga, merupakan kegiatan terakhir dari seluruh rangkaian kegiatan BID tahun 2019. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wadah untuk penukaran informasi disegala bidang. Baik di bidang Infrastruktur, Pelayanan Sosial Dasar dan Bidang Ekonomi.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN