Darmin: Saya Juga Anak Petani


Sumber/editor: Humas poso/andono wibisono

BELUM Lama ini Bupati Kabupaten Poso Sulawesi Tengah, Darmin A Sigilipu meresmikan Sanggar Tani Jaya Lebanu Kambale – Mbale Desa Watuawu Kecamatan Lage. Bupati mengaku bahwa ia pun berasal dari keluarga petani. Dengan kegiatan itu, dirinya sangat terkesan. 

‘’Jika kita berusaha dengan tulus ikhlas dan bersungguh-sungguh, saya yakin sanggar tani ini akan maju dan mensejahterakan semua anggotanya. Sebagaimana Visi dari sanggar tani ini berpengetahuan, berkarakter dan S2R (sukses, sejahtera & religi)," terang Darmin. Didampingi Kadis Pertanian, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis Kesehatan, Sekretaris Bapelitbangda, unsur Tripika Kecamatan Lage (Camat, Danramil dan Kapolsek), serta tokoh masyarakat Tanel Siolemba yang juga didaulat menjadi pembina bagi sanggar tani itu.

Bupati mengapresiasi ternyata di puncak bukit Kambale-Mbale terdapat hamparan tanah luas yang subur. Lahan yang sudah menjadi areal pertanaman harus terus dijaga dan diupayakan juga untuk menanam tanaman keras/tanaman tahunan agar fungsi hutan yang sesungguhnya tetap lestari.

‘’Saya akan membantu optimalisasi produksi hasil pertanian saudara-saudara melalui Kadis Pertanian agar memerintahkan Kabid Penyuluhan untuk mengupayakan apa yang terbaik bagi pengembangan usaha pertanian di sini. Referensinya baik melalui buku maupun pelatihan, mengenai teknik budidaya tanaman akan diberikan untuk segera diterapkan.

Melihat kontur tanah dan panorama tempat ini yang begitu indah dengan udara yang sejuk, ke depan bisa diupayakan model pertanian berbasis agrowisata yang akan memberi nilai plus bagi sanggar tani di sini. Pembeli dapat datang langsung menikmati hasil panen anggota sembari berwisata. "Terang Darmin.

Sanggar Tani tersebut, beranggotakan 50 orang dan didominasi anak muda yang belum berkeluarga. Merekalah yang menjadi motor penggerak, punya keinginan besar untuk merubah peruntungan dengan memanfaatkan tanah yang terbilang cukup subur sebagai lokasi pertanian.

Luasan lahan yang akan digarap sekitar 50 ha, dan ditanami dengan berbagai macam jenis tanaman di antaranya: cengkeh, pala, merica, kopi, durian, alvokad, manggis, nenas dan tanaman produksi lainnya seperti ketimun, cabai juga tomat serta tanaman lainnya.

‘’Kami berusaha membangun sanggar tani ini dengan maksud agar tempat ini, menjadi balai pelatihan usaha tani bersama para penyuluh pertanian. Pertanian yang kami terapkan disini tidak menggunakan teknologi, hanya secara tradisional berdasar pengalaman." Ujar Ketua Kelompok tani tersebut.** 

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN