Isu Pungli di IMIP, Irsad Angkat Bicara



Reporter/morowali: Bambang sumantri

BERADA Di balik jeruji besi, tak menyurutkan Irsad Amir untuk terus berjuang menyuarakan kaum tertindas khususnya di bidang ketenagakerjaan. Dalam beberapa hari terakhir ini, issu terkait adanya pungutan liar (pungli) agar bisa tercover dan masuk bekerja di kawasan perusahaan tambang, utamanya di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) semakin ramai dibahas di media sosial.

Dalam penyampaiannya kepada media ini, Senin (05/08/2019), Irsad Amir dengan tegas menyatakan tidak akan berhenti berjuang melawan penindasan dan ketidakadilan terhadap ka buruh maupun masyarakat Morowali. ‘’Bagaimana nasib anak yang harus menjadi tulang punggung keluarga jika kebanyakan pekerjaan harus ditarif uang masuk? Mereka bekerja mencari uang untuk menghidupi keluarga bukan membayar pekerjaan, tidak ada sedikit pun kebijakan dan keadilan, semoga di Kabupaten Morowali yang menjadi target utama para Pencaker tidak terjadi lagi yang namanya pungli, kalau masih ada maka kita selaku putra asli Morowali harus bergerak cepat memberantasnya karena sudah beberapa kali kami suarakan hal ini,’’ ujar Irsad.

Ia juga berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali dan pihak perusahaan PT IMIP dan perusahaan lain yang ada di Morowali membuat MoU terkait rektrutmen tenaga kerja lokal dan non lokal. 

Seperti diketahui, Irsad Amir ditahan dalam kasus aksi unjuk rasa para buruh beberapa bulan lalu dengan tuduhan melanggar pasal 160 KHUP, menghasut dan dituntut oleh JPU 10 bulan, namun divonis 6 bulan penjara. Hingga saat ini, ia masih menjalani masa tahanan di rutan Poso dan akan menghirup udara bebas pada bulan Agustus 2019 ini. Irsad menegaskan, setelah dirinya bebas, ia tidak akan mundur sedikitpun memperjuangkan hak-hak kaum buruh dan warga lokal yang harus diprioritaskan bekerja di perusahaan tambang.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN