Mayoritas Kosmetik Illegal Berasal dari China



Reporter : Firmansya lawawi

Mayoritas  kosmetik ilegal yang beredar di Indonesia, berasal dari Negara Cina. Hal itu ditegaskan Deputy II BPOM RI, Maya Agustina Andriani, dalam kampanye cerdas menggunakan kosmetik untuk generasi Milenial, Kamis (1/8/2019) di Hotel Santika Palu.

"Pada tahun 2018, BPOM menemukan prodak khusus kosmetik ilegal senilai 128 Milyar. Mayoritas prodak kosmetik ilegal yang beredar di seluruh Indonesia, berasal dari Negeri Cina, " ungkapnya.

Sepanjang periode lima tahun terakhir, BPOM RI telah menerbitkan izin edar kosmetik sebanyak 150.000. " Lima puluh persen izin yang telah diterbitkan oleh BPOM sebanyak 50 persen, " akunya.

Kosmetik ilegal tersebut, sangat berbahaya bagi penggunanya. Karena mengandung Merkury. Dimana dapat memicu penyakit kanker dan ginjal. "Merkury yang terkandung dalam kosmetik ilegal, untuk memutihkan kulit. Namun dapat menyebabkan kanker dan ginjal bagi pemakainya, " jelasnya.


Peredaran kosmetik saat ini kata Maya Agustina Andriani melalui online. Menyikapi hal itu, pihaknya telah membentuk Cyber Patrol. Khusus memantau peredaran penjualan kosmetik online.

"Kami juga melakukan kerjasama dengan jasa pengiriman (kurir) Sehingga kami bisa mendeteksi produk yang ilegal, " bebernya. Olehnya, dia berharap kepada masyarakat, agar lebih selektif dalam membeli dan memakai produk kosmetik, utamanya yang beredar di online.

Selain itu, masyarakat juga harus berhati-hati mengendors iklan produk kosmetik melalui online. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu terhadap enam artis yang dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian. Karena mengendors kosmetik ilegal.

"Kosmetik import itu belum tentu baik buat kita. Karena tidak diketahui proses produksinya bagus atau tidak. Selain itu, cuaca dari Negara prodak kosmetik tidak sesuai dengan iklim di Indonesia. Percayalah kepada produk yang telah dinotifikasi oleh BPOM, " pintanya. 

Sementara, Sekdaprov Sulteng, Hidayat Lamakarate berharap kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam mengggunakan prodak kosmetik yang beredar luas. "Pakailah produk yang terdaftar dan memeliki izin edar dari BPOM. Jadilah masyarakat yang cerdas dalam memilih kosmetik. Utamanya kosmetik yang memiliki kandungan bahan berbahaya, " tandasnya.

Ditegaskannya, pedagang kosmetik juga harus bertanggung jawab terhadap produk yang dijualnya. Jangan hanya mengambil keuntungan, namun produknya membahayakan konsumen. "Pedagang kosmetik juga harus punya tanggung jawab terhadap produknya. Dia membuat dan menjual kosmetik, tapi dia sendiri tidak menggunakan produknya, " paparnya.

Hidayat mengimbau kepada pihak BPOM lebih giat dalam melakukan pengawasan produk makanan, kosmetik dan obat-obatan yang masuk ke Sulteng. Maupun yang beredar melalui online.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN