Polres Sigi Ringkus 3 Pencuri dan Penadah Alat Pendeteksi Gempa BMKG Palu

Polres Sigi Berhasil meringkus pelaku pencurian alat pendeteksi gempa


Reporter: Yohanes Clemens/AN

Kepolisian Polres Sigi, Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), berhasil meringkus tiga orang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana pencurian dan tiga terduga penadah alat pendeteksi gempa milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palu, yang hilang dicuri beberapa waktu lalu di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.

Kapolres Sigi, AKBP Wawan Sumantri, SH, Senin, (05/06/19) di Mapolres Sigi menjelaskan, sebelumnya kita telah menagkap satu pelaku inisial AP, bersama satu pelaku 480. Dan hari ini, kata Kapolres, kita update seperti yang saya sebut lalu pelakunya ada tiga, dan pelaku yang pertama, inisial AP (14) kemudian A (16) dan satu lagi SS (16) yang sempat DPO dan telah kita aman, semua warga Kabupaten Sigi dan mereka bertiga melakukan pencurian.


"Untuk kronologisnya, berawal dari LP perihal dugaan tindak pidana pencurian alat BMKG Kamis (18/7) dan pada Selasa (23/7) tim Tekab Polres Sigi menangkap terduga tersangka pencurian inisial AP (14).

Dari hasil interogasi terhadap AP diperoleh nama tersangka lain yang ikut serta melakukan pencurian  inisial SS (16) dan A (16) sempat DPO,” ujar Kapolres Sigih.

Kemudian, jelas Kapolres, Rabu (31/7) pemerintah Desa Lolu bersama orang tua S datang ke Polres Sigi untuk menyerahkan S kepada penyidik guna dilakukan proses penyidikan dan selanjutnya dilakukan Penahanan.

Dan selanjutnya, kata AKBP Wawan, pada hari Rabu (31/7) sekitar pukul 19.00 wita tim Tekab Polres Sigi berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka A di Huntara Desa Lolu Kecamatan  Sigi Biromaru, Kab. Sigi. Aksi pencurian terhadap alat pendeteksi gempa ini dilakukan sebanyak dua kali oleh para terduga pelaku.

“Yang pertama pencurian dilakukan oleh AP dengan S, dengan mengambil tiga panel, dan aksi kedua dilakukan lima hari kemudian oleh AP dengan A yang mengambil sisanya, seperti alat sensor, regulator, dengan batrei,” terang AKBP Wawan.

Kapolres, menambahkan, barang-barang hasil curian tersebut dijual kepada penadah dengan inisial pertama insial O alias SFN yang membeli satu panel surya dengan satu regulator dengan total harga Rp.200 ribu.

Kemudian, lanjut Kapolres, penadah kedua bernama HM membeli dua panel Surya seharga Rp200 ribu, dan penadah ketiga inisial S yang membeli alat sensornya yang mahal ini yang dijual Rp30 ribu saja, dan membeli tiga aki dengan harga Rp150 ribu, total Rp450 ribu. Maka total penjualan alat ini sebesar Rp880 ribu, yang dibagi oleh pelaku. Sedangkan, kerugian dari BMKG atas pencurian alat pendeteksi gempa tersebut, sebanyak Rp700 juta.

“Jadi, ketiga pelaku dikenai Pasal 363 ayat 1 buter E dan  4e dan 5e KUH Pidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.  Kemudian untuk ketiga pelaku 480 (penadah), ancaman hukuman diatas lima tahun,” tandas Kapolres.

Kapolres tegaskan, walaupun ketiga terduga pelaku masih dibawah umur, namun proses hukumnya tetap berjalan.

“Untuk ketiga tersangka karena masih dibawah umur pasalnya tetap dikenai pasal 363 ayat 1 ke empat E dan lima E, ancamanan hukum tujuh tahun  penjara, namum proses pradilannya, kita mengunakan pradilan anak,” ujarnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh polisi dalam pengungkapan kasus pencurian ini, satu unit Sensor Broadband Merk Nanometics Warna Hijau Silver, tiga buah Baterai merk Haze warna abu-abu, tiga buah Solar panel merk BP Solar BP 38O dan satu unit Solar Regulator warna Silver. ***

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN