Sungguh Tragis!! Orang Tua Wali Cabuli Anaknya Sendiri

Ilustrasi

Reporter: Yohanes Clemens

Perbuatan yang tak perlu dipuji, yakni dilakukan seorang Ayah Wali, berinisial BHD 45 Tahun, pekerjaan buruh harian lepas, kel. Kamonji kec. Palu Barat Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).


Mengapa tidak, BHD yang adalah Ayah wali dari SM, rela mencabuli anak angkatnya sendiri berumur 15 tahun, yang masih duduk dibangku SD kelas 6 yang ada di Kota Palu.


SM adalah anak dari adiknya Istri pelaku, yang dititipkan kepada pelaku. Dimana kedua orang tua korban cerai, dan di titipkan anaknya kepada kakak kandungnya yang adalah istri pelaku. Demi untuk sekolah, SM di masukan kedalam surat akte kedua orang tua angkatnya.


Diketahui, pada hari sabtu tanggal 04 Agustus 2019 sekitar pukul 20:15 wita unit PPA Polres Palu menerima laporan polisi tentang tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur berdasarkan laporan polisi nomor LP-B/712/VIII/2019/Sulteng/Res Palu, tanggal 03 Agustus 2019.

Kasat Reskrim Polres Palu, AKP, Kristian Holmes Saragi, SIK, melalui Kepala Bagian Operasional (KBO) Polres Palu, Ipda Rislan, menerangkan, pihaknya menerima laporan oleh seorang guru, inisial AG, 48 tahun, di kel. Nunu kec. Palu Barat Kota Palu.


"Kronologis kejadian, awalnya pada hari sabtu, (03/08/2019) pada saat jam belajar disekolah, seorang guru yang bernama Sdri. AG melihat ada yang aneh dengan badan SM (15) kelas 6 SD. Kemudian Saudari. AG memanggil anak SM lalu bertanya apa sebenarnya yang dia alami sehingga anak SM menceritakan bahwa Dia sudah 5 bulan tidak haid," jelas Ipda Rislan.


Ipda Rislan melanjutkan, dan pamannya sering meremas-remas dadanya. Dan sekitar bulan Februari 2019, saat anak SM bangun tidur dia melihat celana yang dia gunakan sudah turun sampai dibawah paha.


Pada saat Itu, kata Ipda Rislan, dia merasa sakit pada bagian Kemaluan. Maka, setelah mendengar cerita dari anak SM, AG kemudian menceritakan lagi apa yang dialami oleh anak SM kepada guru yang lain, kemudian Sdri. AG mengajak anak SM untuk pulang Dan tinggal saja dirumah. AG kemudian melaporkan dikantor polisi apa yang telah dialami oleh anak Sumarni. 


"Berdasarkan keterangan pelaku, bahwa palaku melakukan persetubuhan terhadap korban sekitar bulan Februari 2019, pada malam hari sekitar pukul 01.00 wita dirumahnya di kel. Kamonji kec. Palu Barat Kota Palu, pada saat korban sedang tertidur.


Dan Pada saat Itu korban tidak terbangun, pelaku melakukan perbuatan tersebut Karena Istri pelaku sudah berumur hampir 50 tahun dan Tidak mampu lagi melayani pelaku," ujar KBO Reskrim Polres Palu itu.

Ipda Rislan, melanjutkan, pelaku diamankan pada hari minggu tanggal 04 agustus 2019 sekitar pukul 15:50 wita di kel. Nunu kec. Palu Barat Kota Palu, pada saat datang mencari korban dirumah salah satu guru korban

Sedangkan, pasal yang dipersangkakan yakni pasal 81 ayat (1) Dan ayat (3) subsidair pasal 82 ayat (1) Dan ayat (2) UU RI NO. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan hukuman 15 tahun penjara.***

Share on Google Plus

0 komentar:

Posting Komentar

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN